Penelitian Mengenai Osmoisis Pada Kentang
Kata Pengantar
Puji
syukur atas kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayatnya sehingga
kami dapat menyusun makalah pelajaran “Pendidikan Bahasa Indonesia”. Makalah
ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan dengan tujuan agar pembaca dapat menambah pengetahuan
dan wawasannya mengenai OSMOSIS.
Dalam
menyusun makalah ini, kami menyadari bahwa masih banyak kesalahan dan
kekurangan yang belum sempat kami jelaskan secara rinci didalamnya, namun kami
harap Bapak guru dan teman-teman dapat mengerti dan memahami
kesalahan-kesalahan tersebut. Karena, sesungguhnya, kami hanya manusia biasa
yang takluput dari kesalahan.
Akhir
kata, kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca.
Dartar Isisi
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………………
ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang……………………………………………………………………………………………………
1
1.2
Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………
1
1.3
Tujuan Penelitian……………………………………………………………………………………………..…
1
1.4
Manfaat Penelitian………………………………………………………………………………………………
1
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Osmosis……………………………………………………………………………………………
2
2.2
Penelitian Osmosis…………………………………………………………………………………………………………
3
2.3
Penerapan Transpor aktif ………………………………………………………………………………………………………………
BAB
3 PENUT UP.
3.1
Saran………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3.2
Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………………
ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kami melakukan sebuah penelitian mengenai osmosis untuk mengetahui bagaimana proses osmosis tersebut berlangsung pada sel. Selain itu kami membuat laporan praktikum biologi ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Hertin Larengkeng.
Pada sel dapat dibedakan menjadi transport pasif dan transport aktif. Transport pasif tidak memerlukan energy, sedangkan transport aktif memerlukan energy. Transport pasif dapat dibedakan menjadi difusi dan osmosis. Sedangkan transport aktif meliputi transport pompa ion, endositosis, dan eksositosis. Kami menganggap bahwa meneliti tentang proses osmosis menarik. Oleh karena itu, kami ingin meneliti lebih jauh mengenai proses osmosis, Pada silinder kentang yang di rendam pada larutan gula dengan kadar yang berbeda dan juga peristiwa yang akan terjadi jika di rendam pada air suling (aquades) .
Kami melakukan sebuah penelitian mengenai osmosis untuk mengetahui bagaimana proses osmosis tersebut berlangsung pada sel. Selain itu kami membuat laporan praktikum biologi ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Hertin Larengkeng.
Pada sel dapat dibedakan menjadi transport pasif dan transport aktif. Transport pasif tidak memerlukan energy, sedangkan transport aktif memerlukan energy. Transport pasif dapat dibedakan menjadi difusi dan osmosis. Sedangkan transport aktif meliputi transport pompa ion, endositosis, dan eksositosis. Kami menganggap bahwa meneliti tentang proses osmosis menarik. Oleh karena itu, kami ingin meneliti lebih jauh mengenai proses osmosis, Pada silinder kentang yang di rendam pada larutan gula dengan kadar yang berbeda dan juga peristiwa yang akan terjadi jika di rendam pada air suling (aquades) .
1.2. Rumusan Masalah
Osmosis merupakan perpindahan zat-zat terlarut dari konsentransi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi. Maka kami ambil rumusan masalah sebagai berikut :
Osmosis merupakan perpindahan zat-zat terlarut dari konsentransi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi. Maka kami ambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Adakah
perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah perlakuan ?
2.
Apa
sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan osmosis ?
1.3. Tujuan
Penelitian
Tujuan kami melakukan eksperimen ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses osmosis yang terjadi pada silinder kentang.
Tujuan kami melakukan eksperimen ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses osmosis yang terjadi pada silinder kentang.
1.4. Manfaat Penelitian.
Melatih
keterampilan siswa dalam menyusun dan menyelesaikan penelitian secara ilmiah.
1.5. HIPOTESIS
1. Hipotesis
satu (H1) berbunyi, “Ada perubahan berat silinder umbi kentang
sebelum dan sesudah perlakuan.”
2. Hipotesis
nol (H0) berbunyi, “Tidak ada perubahan berat silinder umbi kentang
sebelum dan sesudah perlakuan.”
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Osmosis
Osmosis merupakan
perpindahan zat dari daerah yang memiliki konsentrasi rendah (hipotonik) ke
daerah yang memiliki konsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran
semipermeabel. Sel yang memiliki perbedaan konsentrasi dengan zat disekitarnya,
memungkinkannya mengalami osmosis hingga akhirnya sel itu mempunyai konsentrasi
yang sama dengan zat di sekitarnya (isotonik).
2.2. Penelitian Osmosis pada silider
Kentang.
a. Alat dan Bahan
·
Timbangan
·
Gelas Kimia 3 Buah
·
Alat pemotong
·
Umbi kentang
·
Pingset
·
Air Suling.
·
Larutan gula 30%
·
Larutan gula 5%
·
Pelubang gabus
·
Stopwach
·
Aquades.
b. Cara kerja
·
Bersihkan kentang mentah dari kulitnya.
· Dengan menggunakan
pelubang gabus/ alat pemotong buatlah 3 buah silinder umbi kentang dengan
ukuran yang sama.
· Siapkan larutan gula
30 % dan 5 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL.
· Masukkan potongan
kentang secara bersamaan ke masing-masing gelas ukur yang telah diberi tanda A
(larutan glukosa 30%), gelas ukur B (larutan glukosa 5%), dan gelas ukur C
berisi aquades.
· Biarkan potongan
kentang tersebut terendam selama 20 menit.
· Setelah 20 menit
angkatlah kemudian simpan di atas tissue. Dan periksa keadaan kentang tersebut,
kemudian timbang ulang kentang tersebut dan catat hasilnya.
A.
Hasil
Pengamatan
|
Potongan kentang
|
LARUTAN
|
SEBELUM
|
SESUDAH
|
KEADAAN
|
|
1
|
GULA
30%
|
1
GR
|
0,2
GR
|
LEMBEK
|
|
2
|
GULA
5%
|
1
GR
|
0,4
GR
|
AGAK
LEMBEK
|
|
3
|
AQUADES
|
1
GR
|
1,2
GR
|
KERAS
|
Pembahasan:
Perhatikan berat
kentang semula sebelum direndam, semua sama 1 gr. Setelah perendaman pada
larutan gula 5% tekstur kentang agak lembek, sedangkan perendaman pada larutan
gula 30% kondisinya lebih lembek. Tetapi keduanya menunjukkan pengurangan
berat. Sedangkan perendaman pada aquades, tekstur kentang menjadi keras dan
beratnya bertambah.
konsep yang
menjelaskan mengenai osmosis yaitu: osmosis adalah perpindahan air, dari
larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran semipermeabel.
Saat kentang direndam
dalam larutan gula 30% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari
sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena
sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis.
Peristiwa yang terjadi pada sel kentang pada larutan gula:
Peristiwa yang terjadi pada sel kentang pada larutan gula:
1. Sel-sel
kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang
mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya
kentang menjadi empuk dan lembek
2. Terjadi
penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.
3. Kelunakan
kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin
hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak
pengurangan beratnya.
Untuk kentang yang
direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan
masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan
air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam
keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi
keras dan beratnya bertambah.
B.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI
faktor-faktor
yang mempengaruhi tingkat osmosis antara lain:
1.
Konsentrasi air dan zat terlarut yang
ada di dalam sel dan luar sel. Osmosis akan terjadi dari zat yang
berkonsentrasi pelarut tinggi dan konsentrasi zat terlarutnya rendah menuju zat
yang berkonsentrasi pelarut rendah dan konsentrasi zat terlarutnya tinggi.
2.
Ketebalan membran. Makin tipis membran,
makin cepat proses difusi.
3.
Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel
mendapatkan energy untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat
pula osmosisnya.
Komentar
Posting Komentar