“KOMPONEN KIMIAWI DALAM TUBUH MANUSIA SERTA PENYERAPAN NUTRISI”
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur
kita panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas rahmat dan berkatnya kita dapat
menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, dan tak lupa juga kita kirimkan shalawat dan tasbih kepada nabi kita Muhammad Saw. Serta ungkapan terima
kasih kepada dosen mata kuliah bahasa indonesia yang telah membimbing dalam
menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
Karya ilmiah ini di susun dengan tujuan memenuhi tugas dan mengetahui KOMPONEN KIMIAWI DALAM TUBUH
MANUSIA SERTA PENYERAPAN NUTRISI. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan motivasi sekaligus
menambah wawasan bagi kita. Tidak lupa juga permahonan maaf apabila
dalam penyusunannya terdapat
kesalahan dalam hal penyusunan isi maupun kosa kata yang mungkin tidak memenuhi
standar bahasa indonesia yang baik dan benar. Sebagai
penulis yang sadar bahwa karya tulis
ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran sangat diharapkan demi kebaikan untuk
kedepannya. Terima kasih.
Wassalammuallaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Palu, 25 Mei 2016
Murni Cahyani
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ………………………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang ………………………………………………………………………...
1-3
1.2
Rumusan Masalah …………………………………………………………………….....
3
1.3
Tujuan …………………………………………………………………………………... 3
1.4
Metode Penilaian
………………………………………………………………………... 3
1.5
Kerangka Teori ………………………………………………………………………...
3-5
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Identifikasi Masalah ………………………………………………………………….
6-10
2.2
Analisis Masalah …………………………………………………………………….
10-24
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
…………………………………………………………………………….. 25
3.2
Saran
…………………………………………………………………………………… 25
Daftar Pustaka
KOMPONEN KIMIAWI DALAM TUBUH
MANUSIA SERTA PENYERAPAN NUTRISI
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1
LATAR BELAKANG
Manusia
terdiri dari berbagai macam sitem organ yang bekerja setiap waktunya, setiap
system organ terdiri atas beberapa organ yang saling bekerjasama, setiap organ
terdiri atas jaringan-jaringan, dan jaringan terdiri atas ribuan sel merupakan
penyusun dasar tubuh manusia. Manusia mebutuhkan energi setiap kali
beraktivitas. Aktivitas yang besar membutuhkan energy yang besar jika tidak
adanya asupan nutrisi tubuh dapat merombak cadangan makanan berupa lemak
sebagai energi penggantinnya. Nutrisi yang dibutuhkan tubuh biasnya adalah
sebagai berikut : karnohidrat, banyak terdapat di alam di antaranya dalam
bentuk pati, kapas, gula pasir dan kayu, karbohidrat adalah plisakarida dan
aldehida atau keton. Molekul karbohidrat paling sederhana yang tidak terikat
pada karbohidrat lain dinamakan gula sederhana atau monosakarida. Disakarida
adalah senyawa yang terdiri dari dua monosakarida terikat. Trisakarida
mengandung tiga monosakarida terikat sedangkan polisakarida adalah rantai
panjang yang tersusun dari banyak monosakaridaa. amina, amida dan nitril
senyawa nitrogen organik yang di butuhkan tubuh selanjutnya merupakan penyusun
molekul penting dalam tubuh kita.
Kemudian
lipid adalah segolongan besar senyawa tak larut air yang terdapat di alam.
Lipid cenderung larut dalam pelarut organic seperti eter dan kloroform. Sifat
inilah yang membedakannya dari karbohidrat, protein, asam nukleat lainnya,
struktur molekul lipid sangat beragam sehingga kita harus meninjau banyak gugus
fungsi. Selanjutnya asam amino, peptide dan protein, asam amino adalah senyawa
yang memiliki gugus (-NH2) dan asam karboksilat (-CO2H)
pada molekul yang sama, istilah ini biassannya diartikan sebagai asam amino
yang terbentuk dan digunakan dalam makhluk hidup. Kerja sel hidup dapat
dibandingkan dengan kegiatan pabrik kimia yang sangat efisien. Dalam tubuh
manusia dikenal suatu molekul yang dpat mempercepat terjadinya reaksi kimia
yang di sebut enzim. Enzim adalah pekerja dalam pabrik sel ini, sibuk memecah
bahan baku ( zat gizi yang masuk ke sel) dan merakitnya kembali menjadi produk
untuk membantu pertumbuhan sel, memperbaiki sel, membuat sel baru, dan
menghasilkan energy. Seperti halnya pekerja pabrik, enzim kadang-kadang
membentuk regu bergantung pada tugas yang harus dilaksanakanya, jenis molekul
enzim tertentu atau regu molekul enzim dapat tersebar di seluruh sel atau
terbatas pada lokasi khusus. Beberapa enzim pekerja memerlukan perkakas dalam
bentuk koenzim yaitu molekul atau ion yang erat berhubungan dengan molekul
enzim.
Pada
asam nukleat dikenal DNA dan RNA. Asam nukleat ini ialah makromolekul seperti
rantai-rantai yang linear yang pertama kali diisolasi oleh inti sel. Hidrolisis
asam nukleat menghasilkan nukleotida yang merupakan blok pembangun asam
nukleat, sam seperti asam amino merupakan blok pembangun untuk protein.
Struktur keseluruhan dari asam nukleat sendiri ialah makromolekul dengan
penyusun utama molekul gula yang dihubungkan dengan gugus fosfat dan sebuah
basa pada setiap gula.
Beberapa
komponen kimiawi yang telah dijelaskan diatas ada dan menjadi bagian dari tubuh
manusia tertuma pada sel tubuh yang berperan penting dalam reaksi sel untuk
kinerja dari setiap organ satu dengan organ yang lain seperti dalam penyerapan
nutrisi dalam tubuh untuk memberikan energy dalam melakukan aktivitas
sehari-hari.
2. 1
RUMUSAN MASALAH
Apa
saja komponen kimia penyusun tubuh manusia dan bagaimana menkanismenya dalam
penyerapan nutrisi?
3. 1
TUJUAN
Mengetahui
dan memahami komponen kimiawi penyusun tubuh manusia dan mekanismenya dalam
penyerapan nutrisi
4. 1
METODE PENULISAN
Metode
penulisan dalam pembuatan karya ilmiah ini dilakukan dengan cara studi
literature, dengan mengambil informasi pada buku-buku perpustakaan. Bahan
tersebut diolah guna memperoleh informasi yang dapat menganalisis permasalahan.
5. 1
KERANGKA TEORI
Dua
bentuk utama sel ialah prokaryot dan eukryot kedua jenis sel ini pada
hakikatnya adalah sejumlah bahan kimia penting yang diperlukan untuk kehidupan,
yang terbungkus dalam membrane sel. Sel eukaryote jauh lebih besar dan agak
rumit disbanding prokaryot, tetapi proses kimia yang dilakukan oleh kedua jenis
sel serupa saja, dan keduannya adalah ‘pabrik’ kimia yang sangat efisien.
Ciri
utama yang membedakan sel prokaryot dan sel eukaryote adalah adanya organel
(‘organel kecil’) pada jenis sel eukaryote. Organel ialah benda bermebran dalm
sel yang tersuspensi dalam cairan sel atau sitoplasma. Organel merupakan tempat untuk berbagai fungsi khusus
dalam sel eukaryote. Organel terbungkus–membran yang penting, disertai
fungsinnya adalah sebagai berikut: inti berfungsi sebagai reproduksi atau
pembelahan sel, mitokondria berfungsi sebagai sumber energy dalam sel yang
menggunakan oksigen untuk pernapasan, badan golgi berfungsi mengubah protein
menjadi glikoprotein dan lisosom berfungsi mencerna limbah sel dan senyawa yang
masuk ke dalam sel. Masih ada struktur membrane lain dalam eukrayot,
berlipat-lipat seperti jala, yaitu endoplasma reticulum (ER). Salah satu fungsi
ER adalah gempat melekatnya ribosom, yaitu organel kecil tenmembran yang
menjadi tempat pembuatan protein. Endoplasma reticulum dengan ribosom disebut
ER kasar, sedangkan yang tenpa ribosom dinamakan ER halus. Membrane semua sel
terdiri dari lipid. Lipid utama dalam membrane sel ialah fosfolipid,
glikolipid, dan dalam sel hewan, kolesterol. Fosfolipid memiliki kerangkan
gliserol (fosfogliserida) atau sfingosina (sfingomyelin). Serebrosida
mengandung glukosa atau galaktosa, dan dengan kerangka sfingosina, termasuk
dalam glikolipid. Molekul fosfolipid dalam glikolipid mempunyai kepala polat
dan ekor yang hidrofob. Dwilapis lipid
adalah struktur dasar liposom dan membrane sel serta organel.
Gula
, lipid, protein dan asam nukleat adalah ssumber energy dan bahan untuk
pertumbuhan molekul hidup, diserap kedalam tubuh selama pencernaan, semua
proses pencernaan melibatkan reaksi hidrolisis yang berkataliskan enzim. Enzim
yang pada hakikatnya protein, berfungsi sebagai katalis dalam reaksi kimia
didalam system hayati. Molekul pereakasi dalam perubahan hayai disebut
substrat. Reaksi berkatalis enzim dimulai jika molekul substrat terikat pada
enzim. Dalam banyak hal reaksi yang berkatalis enzim membutuhkan koenzim, yaitu
molekul organic kecil atau ion logam yang turut mengisi tapak aktif, sesudah substrat
berubahh, produk melepaskan diri dari enzim dan enzim bebas berinterakssi
dengan molekul substrat lainnya. Myoglobin adalah protein globular terkonjugasi
yang menyimpan oksigen di dalam otot. Konfirmasi rantai peptide tunggalnya
hamper seluruhnya heliks alfa. Guugus prostetik hem terlindung baik dalam
lipatan rantai.
Hemoglobin,
yakni pembawa oksigen dalam darah, terdiri dari empat rantai subunit peptide,
yaitu dua rantai alfa dan dua rantai beta. Konformasi rantai hemoglobin,
walaupun runtutunan asam amino kedua protein
ini berbeda. Anemia sel sabit adalah sebuah contoh bagaimana perubahan
kecil dalam runtunan asam amino protein mempengaruhi fungsi faali protein. Pada
sel dikenal dengan inti sel yang berfungsi sebagai pengontrol atau pusat aktivitas
dari sel yang terdiri atas DNA dan RNA sebagai komponen pembawa sifat, kedua
komponen yang terdapat dalam inti sel ini berfungsi dalam melakukan sintesis
protein untuk digunakan dalam maupun di luar sel dan juga mendukukng kinerja
system organ dalam penyerapan nutrisi pada tubuh.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 IDENTIFIKASI
MASALAH
Suatu
organism yang kompleks seperti tubuh manusia merupakan kumpulan sel-sel yang
teratur keadaan sehatnya ssetiap sel yang beredar memperolehnutrien esensial
dari cairan interstisial diluar sel, dimana sel tersebut terendam. Cairan
tersebut juga melayani pengeluaran hasil-hasil buangan yang diekresi dari sel.
Komposisi sel hidup sangat konstan selama cairan ekstrasel itu normal.
Orang
dewasa rata-rata tersusun dari 55% air, 19% protein, 19% lemak, kurang dari 1%
karbohidrat dan 7% unsure organic. Air tubuh terbagi antara dua komponen utama
air yang terdapat dalm sel (cairan intrasel) dan air yang terdapat diluar sel
(cairan ekstrasel). Cairan ekstrasel terbagi lagi menjadi cairan interstisial,
yang merendam sel-sel dan plasma darah. Cairan tubuh rata-rata menyusun 65%
sampai 70% masa tubuh–tanpa-lemak, yakni
berat seseorang sesudah dikurangi kelebihan lemak tubuhnya. Dengan distribusi
air yang luas ini, timbul ke sel bahwa pengangkutan dan metabolisme lambat dan
mungkin tidak berdaya guna.
Makanan
normal kita merupakandcampuran bahan nabati dan hewani yang kompleks tersusun
terutama dari protein, lipid, dan karbokidrat. Bahan-bahan tersebut harus
dijadikan komponen yang lebih sederhana sebelum dapat digunakan oleh
jaringan-jaringan kita. Proses-proses untuk memcahkan bahan makanan menjadi
komponen ssederhana disebut pencernaan dan mengkutsertskan katalisator biologic
yang disebut enzim.hasil pencernaan kemudian masuk keadaan pembuluh darah
dengan proses obsorpsi selektif uraian pendahuluan yang sederhana mengenai
komponen-komponen makanan ini perlu untuk menahan bagaimana mereka berfungsi
dalam nutrisi. Lipid terdapat didalam jaringan lemak, merupakan sumber energy
pekat dalam diet maupun sebagai bentuk cadangan energy dalam tubuh yang
berdayaguna. Asam lemak esensial semua asam lemak yang dibutuhkan oleh tubuh,
kecuali satu asam linoleat, dapat disintesi dari asam-asam lain atau dari
precursor bukan lemak, terutama karbohidrat. Asam tiolinoleat harus ada dalam
diet, sebab asam linoleat esensial untuk kesehatan
Komponen
anorganik tubuh manusia terutama natrium, kalsium, kalium, Magnesium, ferum,
fosforus, khlorid dan sulfur. Sebagian
besar mereka merupakan mineral dalam skelet dan ion-ion dapat cairan
tubuh. Natrium, kalium dan khlorid merupakan ion-ion utama dalam cairan
ekstrases sedang kalium terdapat terutama didalam sel dan esensial untuk banyak
proses enzimatik, untuk penyebaran pacu saraf dan untuk fungsi otot, ion-ion
mengendalikan volume cairan tubuh dan kadar ion.
Kalsium
dan fosforus, dalam bentuk hidroksiapatit merupakan komponen utama
strukturhidroksiapatit merupakan komponen utama strukturas tulang dan gigi.
Terus-menerus terjadi pertukaran ion-ion ini antara cairan sirkulasi dan
jaringan padat dalam rangka skelet serta struktur membrane sel.
Magnesium
merupakan esensial dalam metabolisme, terutama dalam reaksi-reaksi yang
melibatkan ATP. Mg++ merupakan penekanan untuk system saraf pusat
dan juga melibatkan hipotensi. Magnesium kadar tinggi menurunkan denyut jantung
dan akhirnya menyebabkan berhentinya jantung. Berbeda dengan Ca++
kadar tinggi cenderung memperburuk pengaruh yang disebabkan oleh rendahnya
kadar Mg++, yang mungkin disebabkan karena campur tangannya pada
enzim yang membutuhkan Mg++.
Sulfur
merupakan komponen asam amino sistein dan metionin, koenzim KoASH, dan vitamin-vitamin
tiamin dan biotin. Sulfur terdapat sebagai ester sulfat organic dalam beberapa
komponen biopolymer jaringan pingbagikat dalam lipid kompleks yang disebut
sulfated glikolipid dan dalam asam empedu terkonjugasi yang dulu dikenal
sebagai agen pengemulsi untuk lemak diet dalam usus.
Ferum,
dibutuhkan untuk sintesis bagian hem pada hemoglobin dan mioglobin. Ferum juga
dibutuhkan dalam protein ferum non-hem dan molekul intrasel lain yang disebut sitokhrom,
yang ikut serta dalam oksidasinya metabolit-metabolit. Kira-kira 25% ferum dalam tubuh disimpan dalam hati, limpa,
dan tulang dalam bentuk ferritin, suatu senyawa globulin ferum, dan hemosiderin.
Ferum juga terdapat dalam protein plasma: tranferrin.
Yodium
pada orang dewasa sebagian besar yodium, 70% sampai 8-%, terkumpul dalam
kelenjar tiroid, dan disini yodium ikut serta dalam biosintesis hormone
tiroksin dan tiyodotironim. Sumber alami yodium dalam diet adalah sayuran, yang
berbeda-beda kandungan yodiumnya tergantung pada tanah tempat tumbuh dan
kandungan mineral dalam sumber airnya.
Fluorid,
penggolongan fluorid sebagai suatu unsure esensial sampai batas tertentu
tergantung pada criteria esensialitas.
Kehidupan
dengan sel sebagai kesatuannya, dapat berlanjut oleh karena adanya
proses-proses biokimia yang terjadi didalam ruang yang dibatasi membrane sel. Penyerapan
selektif dan pengangkutan semua bahan harus melintasin lipid-protein ini, yang
boleh jadi brevolusi hingga dapat berperan serta dalam fungsi-fungsi sel yang
sangat terdeferensiasi seperti kontraksi otot, perjalanan impuls listrik dan
absorpsi intestinal. Pada peristiwa-peristiwa semacam ini terdapat hubungan
antara struktur dengan protein dengan fungsinya, kemudian rincian masing-masing
lambat laun menjadi makin jelas.
Plasma
normal mengandung 60 sampai 80 g/L protein, dari jumlah ini 30 sampai 50
g
adalah albumin dan 15 sampai 30 g tersusun atas campuran globulin.
Mioglobin
adalah suatu kromo protein yang terdapat dalam sel otot. Pada manusia
jumlah
yang lumayann banyak ditemukan dalam otot jantung, pada otot skelet.
Hemoglobin
warna merah darah disebabkan oleh kandungan hemoglobin dalam eritrosit.
Hemoglobin merupakan 7,8 sampai 11,2 mmol monomer hemoglobin per liter
(12,6
sampai 18,4 g/dl) darah, tergantung pada usia dan jenis kelamin. Di
bawah
kondisi normal semua hemoglobin darah ada didalam eritrosit. Hemoglobin
dibuat
dalam eritrosit yang belum masak disumsum tulang, tidak dalam jangka
waktu 120
sampai 135 hari selama eritrosit ada dalam peredaraan. Enzim adalah
biokatalisis yang diproduksi oleh jaringan hidup dan enzim meningkatkan
laju
reaksi yang mungkin terjadi dalam jaringan. Pada sel hidup asam nukleat
bertumpu
pada pemutusan DNA menjadi fragmen-fragmen kecil-kecil yang dapat
diidentifikasi menggunakan gabungan reaksi enzimatik dan kimia,
mula-mula enzim
yang disebut endonuklease restriksi yang membelah rantai DNA pada urutan
empat-basa yang diketahui, digunakan untuk memutuskan molekul DNA besar
menjadi
beberapa fragmen yang lebih kecil dengan sekitar 100 sampai 150 unit
nukleotida. Setelah dimurnikan, fragmen-fragmen ini didegradasi lebih
lanjut
menggunakn empat jenis kondisi reaksi yang berbeda dan terkendali dengan
baik,
yang secara selektif membelah rantai pada basa
tertentu A, G, C, atau T. setiap set kondisi menghasilkan beberapa
kelompok nukleotida yang lebih kecil lagi yang dianalisis dengan
elektroforesis
gel (teknik yang serupa seperti yang digunakan untuk memmisahkan
peptide), yang
memisahkan kelompok nukleotida tersebut berdasarkan jumlah unit
nukleotida yang
dikandungnya. Percobaan ini memberikan informasi yang cukup sehingga
urutan DNA
dapat diungkapkan.
Komponen-komponen
yang telah dijelaskan diatas memiliki perannya dalam penyerapan nutrisi untuk
tubuh.
2.2 ANALISIS
MASALAH
Manusia
atau jasad hidup berasal dari molekul anorganik, yang berevolusi dengan
melibatkan sejumlah energy peristiwa ini dikenal sebagai evolusi kimia dimana
makhluk hidup berasal dari molekul-molekul kimiawi atau organic dengan adanya
reaksi kimia. Evolusi kimia ini terjadi pada 100 milyun tahun pertama dari masa
terbentuknya bumi sejak 4800 milyun tahun yang lalu. Sel diduga hidup pertama
muncul di bumi sejak 3500 tahun silam dari sejak itu mulailah apa yang disebut
evolusi biologi yang sampaisekarang masih berlanjut.
Manusia
merupakan jasad hidup yang memiliki segala aktivitas kehidupan yang sangat
mebutuhkan enegi atau nutrisi agar
segala proses dalam tubuhnya dapat bekerja secara maksimal. Jasad hidup adalah
kumpulan zat tak hidup yang dapat berbaur dan bereaksi serta berinteraksi satu
sama lain dengan cara dan susunan yang sangat rumit namun diatur dengan baik. Komponen-komponen
tubuh manusia tidak hanya sekedar tersusun secara biologis akan tetapi ada
beberapa komponen dalam tubuh manusia yang menunjang kerja organ biologis tubuh
yaitu komponen kimiawi serta reaksi yang tejadi didalam tubuh sehingga makanan
yang masuk dalam tubuh manusia dapat langsung diolah oleh tubuh untuk diambil
nutrisinya dan energinya sehingga regenerasi sel dalam tubuh manusia secara
normal akan terjadi terus-menerus.
Senyawa
kimia yang biasanya terdapat dalam tubuh manusia adalah senyawaa organic yang
terususn oleh karbon yang brikatan dengan hydrogen, oksigen dan nitrogen secara
kovalen. Senyawa ini terbagi atas beberapa jenis gugus fungsi yang terdapat
didalam 4 macam makro molekul yang terdapat dalam tubuh manusia yaitu asam
nukleat,mprotein, polisakarida, dan rakitan lipida. Setiap makromolekul terdiri
atas unit-unit pembangunnya yang lebih kecil. Asam nukleat terdiri dari unit
monomer nukleotida, sedangkan protein tersusun dari 21 macam asam amino dan
polisakharida berupa rantai yang terdiri dari monosakharida. Berlainan dengan
poliskharida berupa rantai yang terdiri dari ulangan unit yang sama, protein
dan asam nukleat merupakan makromolekul yang terdiri dari unit monomer yang
tidak sama. Karena itu untuk membuat makromolekul itu serupa setiap dirakit, diperlukan
pengarahan yang tepat yang dalam hal ini disebut pengarahan genetik.
Pada
tubuh manusia terdapat molekul yang disebut biomolekul. Molekul-molekul yang
mengisi kehidupan. Hamper semua biomolekul merupakan senyawa karbon. Seperti
yang telah diketahui, sebuah atom carbon dapat saling memberi pasangan electron
sesamanya sehingga membentuk ikatan tunggal antara karbon-karbon yang stabil. Dengan
demikian, tiap atom karbon dapat berikatan tunggal dengan satu, dua, tiga dan
empat atom karbon. Selain itu, dua atom karbon dapat pula saling member dua
pasangan electron sesamanya sehingga terbentuklah ikatan rangkap. Ikatan antara
karbon yang kovalen ini member bentuk
struktur yang berlainan, baik yang berantai lurus, maupun yang bercabang,
berbentuk siklik dan berbagai macam bentuk lagi yang semuanya merupakan tulang
punggung karbon pembentuk molekul organik. Pada tulang punggung karbon ini
terikat berbagai macam atom lain secara kovalen seperti oksigen, hydrogen,
nitrogen dan sulfur.
Pada
dalam sel tubuh manusia terdapat biomolekul utama yang sangat besar, yaitu
berupa molekul organic, yaitu protein, asam nukleat, polisakharida, dan lipid.
Keempat molekul protein ini disebut makro molekul, dengan berat molekul yang
tinggi. Berat molekul protein berkisar antara 5000 sampai 1 milyun sedangkan
asam nukleat berat molekulnya bisa sampai biliun. Poliskharida dapat mencapai
milyunan sedangakan lipid berat molekulnya lebih rendah berkisar antara 750
sampai 1500. Tetapi, pada membrane misalnya, lipid mengumpul satu sama lain
membentuk suatu system yang dapat disamakan dengan makromolekul.
Protein
mempunyai fungsi biologis yang sangat penting sesuai dengan namanya “proteos”
artinya yang utama. Di antara tugasnya yang sangat penting ialah sebagai enzim,
yaitu sebagai katalisator berbagai reaksi dalam tubuh manusia. Selain itu,
protein juga berfungsi sebagai elemen struktur dalam sel dan jaringan serta
pada membrane sel sebagai pembawa senyawa tertentu masuk ke dalam dan ke luar
sel.
Asam
nukleat, DNA dan RNA merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penyimpan,
sebagai transmisi dan penterjemah sinya genetik dalm biosintesis protein. Dalam
hal ini, DNA bertindak sebagai informasi genetik sedangkan RNA menerjemahkannya
kepada bentuk protein yang dikehendaki.
Poliskharida
mengemban 2 macam tugas penting, yaitu sebagai simpanan energy yang diemban
oleh pati dan sebagai struktur yang diemban oleh selulosa. Lipid juga dua macam
tugas utama yaitu sebagai komponen struktur utama membrane sel dan sebagai
bentuk penyimpanan energy utama.
Adapun
unit pembentuk makromolekul baik itu protein maupun asam nukleat terbentuk dari
unit-unit pembangunnya yang lebih kecil. Protein dibangun dari 21 macam asam
amino yang berlainan. Semua asam amino itu mengandung gugus karboksil dan gugus
amino yang terikat pada atom karbon yang sama. Gugus lainnya disebut gugus R
yang berlainan pada tiap asam amino. Berbagai asam amino ini juga berfungsi
untuk membentuk senyawa pengantar rangsangan saraf, sebagai zat awal pembentuk
hormone dan alkaloid bersifat racun pada tumbuhan. Asam nukleat dibangun oleh 8
macam nukleotida, 4 macam pembentuk DNA dan 4 macam lainnya pembentuk RNA.
Nukleotida juga terdiri unit yang lebih kecil lagi yaitu basa nitrogen, gula
berkarbon -5 dan asam fosfat.
Perbedaan
antara DNA dan RNA ialah pada basa dan gulanya, DNA mengandung gula deoksiribosa
sedangkan RNA mengandung ribose. Tetapi, basa yang dipakai untuk pembentuk
nukleotida ini dapat pula membentuk biomolekul lain dari nukleotida seperti
misalnya basa adenine juga merupakan bagian dari ATP (adenine trifosfat), yaitu
senyawa pembawa energy didalam sel. Selain itu adenine juga dapat merupakan
bagian dari beberapa koenzim.
Polisakharida
seperti selulosa, pati, dan glikogen merupakan makromolekul yang terdiri dari
uulangan unit yang lebih kecil yaitu glukosa. Glukosa juga berfungsi sebagai
unit pembangun gula disakharida yang banyak terdapat di alam yaitu sukrosa,
laktosa, manosa, dan fruktosa. Kemudian ada molekul yang dikenal sebagai
cadangan makanan dalam tubuh manusia yang disebut lemak, baik yang padat maupun
yang berbentuk cair (minyak) mengandung gliserol yang membentuk ester dengan
berbagai asam lemak. Asam lemak ini selain dari merupakan komponen dari lemak
tetapi juga merupakan komponen dari struktur membrane sel, komponen lilin
pengaman daun dan buah serta sebagai zat pembangun biomolekul khusus lainnya.
Gugus
fungsional biomolekul merupakan gugus yang lebih reaktif dibandingkan dengan
tulang karbon jenuh. Gugus fungsional ini akan mengubah distribusi electron dan
geometri atom tetanggannya karena itu berpengaruh terhadap rektivitas molekul
organic itu secara keseluruhan. Gugus fungsional yang terdapat dalam molekul organic
ialah gugus hidroksil, gugus amino, gugus karbonil dan gugus karboksil. Setiap
biomolekul mempunyai lebih dari satu gugus fungsional yang berbeda satu dengan
yang lain. sebagai contoh ialah asam amino, yang mempunyai gugus fungsional
amino dan gugus karboksil.
Lipida
adalah senyawa organic yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan
pelarut nonpolar seperti kloroform, eter, dan benzene. Senyawa organic ini
terdapat dalam semua sel dan berfugsi sebagai komponen struktur sel, sebagai
simpanan bahan bakar metabolic, sebagai bentuk untuk mengangkut bahan bakar,
sebgai komponen pelindung dinding sel, dan juga sebagai komponen pelindung
kulit. Bebrapa senyawa lipida mempunyai aktivitas biologis yang sangat penting
dalam tubuh, diantaranya vitamin dan hormone. Sedangkan untuk nutrisi, lemak
merupakan sumber kalori penting disamping berperan sebagai pelarut berbagai
vitamin. Beberapa jenis lipid diantaranya yaitu asalm lemak merupakan senyawa
pembangun berbagai lipida, termasuk lipida sederhana, fofogliserida, ester
kolesterol, lilin dan lain-lain. ada 70 macam asam lemak dari berbagai sel dan
jaringan, semuannya berupa rantai hidrokarbon dengan ujungnya berupa gugus
karboksil. Rantai ini bisa jenuh atau bisa juga mengandung ikatan rangkap.
Perbedaan sifat asam lemak yang mempunyain 2, 3, 4, 5, dan 6 ikatan rangkap.
Perbedaan sifat asam lemak justru terletak pada panjang rantai serta jumlah dan
posisi ikatan rangkapnya. Sifat asam lemak ditentukan oleh rantai
hidrokarbonnya. Asm lemak berantai jenuh yang mengandung 1 sampai dengan 8 atom
karbon bberupa cairan sedangkan lebih dari 8 atom karbon berupa padatan. Asm
asetat mempunyai ttitik cair 70oC tetapi dengan adanya satu saja
ikatan tidak jenuh seperti pada asam oleat, titik cairnya menurun sampai 14oC.
salah satu contoh asam lemak yang merupakan lemak netral yaitu Gliserida yang
dapat terhidrolisis dengan asam, basa, dan enzim lipase, yang terdapat dalam
cairan pancreas. Hidrolisis dengan basa menghasilkan sabun prosesnya disebut
penyabunan.
Pada
sel yang berfungsi sebagai pelindung sel serta oranel organel sel yang ada
didalam sel yaitu membrane sel yang terdiri atas fosfolipid-fosfolipid.
Fosfolipid ini terbagi atas 2 yaitu fosfat dan lipid. Fosfolipida banyak
terdapat pada bakteri, jaringan hewan, dan tumbuhan. Fosfolipida yang disebut
fosfatidil etanolamin dan fosfatidilkolin biasanya terdapat pada membrane dan hanya sedikit sekali fofolipida ini
terdapat pada lemak simpanan.
Kemudian
jenis lipid yang lain yaitu sfinglipida hanya sedikit terdapat pada depot-depot
lemak, paling banyak didapati pada jaringan otak dan syaraf. Sfingolipida ini
juga didapati pada membrane sel tumbuhan atau sel hewan. Jika dihidrolisis,
sfingolipida menghasilkan satu molekul asam lemak, satu molekul amino alcohol
tak jenuh berantai panjang yang dinamakan sfingosin atau dihidro-sfingosin yang
berantai jenuh, satu molekul asam fosfat, satu molekul alcohol (X-OH) dan tidak
terdapat gliserol.
Membrane
sel terdiri dari 60% protein dan 40% lipida, dengan tebal sekitar 60-100 Å.
Kebanyakan lipida yang terdapat dalm membrane sel adalah lipida polar sedangkan
sterol atau asil gliserol boleh dikatakan sedikit, kecuali pada membrane plasma
hewan tingkat tinggi yang secara khas mengandung banyak kolesterol.
Perbandingan berbagai lipida polar pada membrane sangat bergantung pada macam membrane,
sel, spesiesnya. Perbandingan ini selalu tetap dan bersifat turunan sehingga
tidak berubah walupun diberi makanan dengan campuran lipida yang berlainan.
Kecuali asam lemak yang bergantung pada status nutrisi dan suhu. Mengenai
protein membrane, sekarang diketahui terdiri dari banyak macam protein yang
dapat dipisahkan dengan cara elektroforesa. Protein membrane pada mitokondria
bobot molekulnya antara 23.000 sampai 60.000 dan sekitar 50.000 pada eritrosit.
Beberapa teori mengenai model struktur diantaranya ialah fluid mosaic model yang mengemukakan bahwa membrane terdiri dari protein
mosaikk globular dengan 2 lapis fosfolipida. Bagian hidrofilik polipeptida
terletak pada kedua permukaan membrane, bergelung tidak teratur dan bagian
hidrofobik terdapat dalm membrane terbentuk heliks. Dalam hal ini terlihat
bahwa bukan hanya lipida saja yang berbentuk amfipatik, tetapi juga proteinnya.
Ujung polar protein terdiri dari bagian yang mengandung residu asam ionic.
Protein
adalah suatu senyawa organic yang berbobot molekul tinggi berkisar antara
bebrapa ribu sampai jutaan. Protein ini tersusun dari atom C, H, O dan N serta
unsure lainya seperti P dan S yang membentuk unit-unit asam amino. Urutan
susunan asam amino lainnya menentukan sifat biologis suatu protein. Di alam,
ditemukan 20-21 macam asam amino yang membangun protein. Protein terdapat pada
semua sel hidup, kira-kira 50% dari berat keringnya dan berfungsi sabagai
pembangun struktur, biokatalis, hormone, sumber energy, penyangga racun,
pengatur pH, dan bahkan sebagai pembawa sifat turunan dari generasi ke
generasi. Beberapa asam amino banyak pula yang bukan pembangun protein, tetapi
berperan penting dalam metabolisme. Di antaranya ialah L-ornitin dan L-sitrulin
yang didapat sebagai “zat-antara” dalam siklus urea, dan berpartisispasi dalam
biosintesis asam amino ariginin. Selain itu β-alanin (isomer dari α alanin),
berfungsi sebagai komponen vitamin asam pantotenat dan koenzim A. amin keratin,
yaitu derivate glisin berperan penting dalam proses penyimpanan energy.
Peptide
sederhana tersusun dari beberapa asam amino dan merupakan rantai di mana gugus
fungsi karboksil asam amino yang satu dihubungkan dengan gugus amino dari asam
amino lainnya melalui suatu ikatan peptide. Sintesis ikatan peptide ini terjadi
dalam sel melalui suatu tahapan reaksi yang sangat kompleks. Dua asam amino
yang dihubungkan oleh ikatan peptide disebut dipeptida, peptide yang terdiri
dari 3 asam amino disebut tripeptida dan seterusnya. Apabila peptide mengandung
kurang dari 10 asam amino disebut polipeptida. Contoh oligopeptida yang mengandung 4 asam amino.
Jika peptide disususn oleh asam-asam aminonetral maka yang terionisasi hanya
gugus karboksil dan gugus amina yang ada di kedua ujung saja. Tetapi jika
peptide disusun oleh asam-asam amino yang bersifat basa atau asam, ionisasinya
juga terdapat pada bagian lain dari molekul dan gugus ini dengan sendirinya
dapat pula aktif dan berfungsi.
Bebrapa
peptide yang mempunyai aktivitas biologis yang penting di antaranya ialah
gluattion yang terdiri dari 3 asam amino, sedangkan hormone vasopressin dan
oksitosin adalah nonapeptida. Oksitosin menyebabkan kontraksi urat daging,
vasopresin meningkatkan tekanan darah dengan konstriksi pembuluh darah perifer. Berbagai antibiotika
juaga termasuk polipeptida diantaranya gramisidin, tirosidin dan penisilin. Hormone
ACTH (adrenokortikotropik) adalah polipeptida dengan 39 residu asam amino,
sedangkan insulin terdiri dari dua rantai polpeptida. Protein adalah
makromolekul polipeptida yang tersusun dari sejumlah L-asam amino yang
dihubungkan oleh ikatan peptide, berbobot molekul tinggi dari 5000 sampai
berjuta-juta. Suatu molekul protein disusun oleh sejumlah asam amino tertentu
dengan susunan yang sudah tertentu pula dan bersifat turunan. Beberapa factor
yang dapat mempengaruhi struktur sebuah protein ialah :
1. Ikatan
peptide yang terletak pada suatu bidang datar
2. Rotassi
sumbu Cα―N dan rotasi Cα―C
3. Gugus
R yang berupa bagian dari asam amino polar, polar tanpa muatan dan yang
bermuatan negative atau positif.
Residu asam amino yang tidak bermuatan
merupakan tempat ikatan hydrogen sebuah molekul protein. Beberapa asam amino
yang memegang peranan sangat istimewa dalam molekul protein, diantaranya:
1. Sistein
berfungsi sebagai penghubung di dalam suatu rantai peptide atau dengan rantai
peptide lainya melalui ikatan kovalen disulfide. Contohnya adalah insulin,
sedangkan dalam bentuk tereduksi residu sistein pada sejumlah molekul enzim
merupakan tempat di mana substrat mengikat enzim tersebut.
2. Histidin
dengan pasangan electron pada cincin nitrogennya dapat berfungsi sebagai ligan
yang potensial, misalnya pada protein yang mengandung Fe seperti hemoglobin dan
sitokrom c.
3. Lisin,
berfungsi sebagai pengikat antara fosfat, piridoksal dengan biaotin dan
merupakan daerah yang aktif bagi beberapa enzim.
4. Prolin,
secara relative merupakan cincin yang kaku sehingga memaksa rantai poipeptida
membengkok. Karena itu merupakan pengganggu α-heliks
5. Asam
amino polar seperti glutamate, aspartat, arginin, lisin, dan histidin dapat
berupa ion dalam daerah pH yang luas karena itu membentuk ikatan ionic dalam
struktur protein.
Protein terbagi atas 2 yaitu protein
globular dan protein serabut (fibrosa). Pada protein fibrosa atau protein
serabut erat hubungannya dengan unsure-unsur yang membangun sel dan berkaitan
dengan sifat-sifat khas sel. Sesuai dengan namanya maka yang disebut protein
serabut ialah protein yang terdiri dari peptide berantai panjang dan berupa
serat-serat yang tersusun memanjang, dihubungkan secara lateral oleh bebrapa
ikatan silang. Protein tersebut bersifat kurang larut, bersifat amorf, dapat
memanjang dan berkontraksi. Termasuk dalam kelompok ini ialah keratin, myosin,
kolagen, dan fibrin. Macam-macam protein serabut yaitu α-heliks, protein yang
termasuk diantaranya α-keratin, yang kedua protein yang berstruktur triple
helix yaitu protein yang terdapat pada tulang rawan, tulang, dan kulit, kolagen
ini terdiri dari serabut-serabut memanjang yang terikat dalam satu ikatan
pararel yang tidak larut dala air dan sangat kuat. Sedangkan protein globular
terdiri dari polipeptida yang bergabung satu sama lain melalui ikatan silang
atau agregat, yang termausk protein globular ialah protein yang mempunyai
aktivitas biologis, diantaranya enzim.
Pada sel berlangsung secara
terus-menerus reaksi-reaksi yang sangat kompleks dan dengan kecepatan yang
sangat tinggi namun terarah. Reaksi yang kompleks ini dapat juga berlangsung di
luar sel, hanya saja sangat lamban, hal ini disebabkan didalam sel hidup
terdapat suatu zat yang dinamakn enzim. Enzim disintesis dalam sel, dapat mempercaepatsuatu reaksi
sehingga kecepatan reaksi dapat berjalan sesuai dengan proses biokimia yang
dibutuhkan untuk mengatur kehidupan.
Enzim dikatakan sebagai suatu kelompok
protein yang berperan sangat penting dalam proses aktivitas bilogis. Enzim ini
berfungsi sebagai biokatalisator dalam sel dan sifatnya sangat khas. Dalam
jumlah yang sangat kecil, enzim dapat mengatur reaksi tertentu sehingga dalam
keadaaan normal tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan hasil akhir reaksinya.
Enzim ini akan kehilangan aktivitasnya akibat panas, asam atau basaa kuat, pelarut
organic. Atau apa saja yang bisa menyebabkan denaturasi protein. Maksudnya
enzim akan kehilangan aktivitas biologinya, dalam hal ini ikatan peptide tidak
berubah, yang berubah adalah bentuk lipatannya. Selain itu enzim memiliki sifat
khas yaitu bekerja pada substrat tertentu dan bentuk reaksi tertentu. Misalnya
enzim urease, substranya ialah urea dan bentuk reaksinya ialah mengubah
substrat menjadi ammonia dan karbondioksida. Kemudian enzim hanya mampu menjadi
katalisator untuk reaksi tertentu saja. Ada enzim yang bisa mengkatalis suatu
kelompok substrat, ada pula yang hanya satu substrat saja, tetapi ada pula yang
bersifat stereospesifik. Enzim digunakan tidak hanya dalam system pencernaan
atau degradasi tetapi terjadi pula dalam seluruh sel hidup dan reaksi sintesis
Pembentukan antibody atau rangsangan
kekebalan, didalam tubuh manusia memiliki protein yang besifat khas sebagai
antibody, antibody ini dibentuk sebagai reaksi terhadap protein asing yang masuk
ke dalam tubuh, yaitu antigen. Jika dalm tubuh disuntikkan makromolekul asing
dalm jumlah yang tidak berbahaya, tubuh segera memberikan reaksi terhadap benda
asing tersebut. Apabila pada suatu ketika antigen yang ssam menyerang tubuh
ini, tubuh sudah siap dengan antibody yang khas untuk menetralkannya. Dalam hal
ini terjadi senyawa kompleks antibody-antigen. Reaksi ini dapat dibuktikan
dengan reaksi presipitin, yaitu pengendapan kompleks antibody-antigen. Antibody
sangat spesifik untuk tiap antigen. Misalnya antibody protein ovalbumin
direaksikan dengan antibody protein lain misalnya hemoglobin, reaksi prespitin
tidak terjadi. Jadi bila kita diberi suntikan antigen tipus, antibodinya tidak
akan menetralkan antigen cacar. Antibody disebut juga immunoglobulin. Didalam
plasma darah, tire yang paling banyak ditemukan ialah immnuglobulin G, yaitu
protein yang mempunyai 2 daerah untuk mengikat antigen.
Asam nukleat berada pada inti sel sejak
100 tahun yang lau. Asam nukleat terdapat pada semua sel. Hidup. Asam nukleat
ini bertugas untuk menyimpan dan mentransfer informasi genetik, kemudian
menerjemahkan informasi ini secara tepat untuk mensintesis protein yang khas
bagi masing-masing sel. Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot tinggi
dengan unit monomernya mononukleotida. Ada dua macam asam nukleat yaitu
deoksiribonukleat (ADN) atau biasa disingkat
dalam bahasa asing sebagai DNA (deoxyribonucleic acid) dan asam
ribonukleat (ARN) atau disingkat RNA (ribonucleic acid). Struktur dasar DNA
daan RNA berupa suatu rantai yang terdiri dari ulangan sam fosfat, dan residu
gula. Pada DNA residu gulanya ialah deoksiribosa dan pada RNA ialah ribose. Baik
ribose maupun deoksiribosa terikat pada basa nitrogen, berupa subsitusi pada
purinn atau subsitunsi pada pirimidin. Basa ini menentukan sifat biologis dari
molekul suatu asam nukleat.
RNA dan DNA mengandung basa purin yakni
adenine dan guanine. Beberapa basa yang kurang umum terdapat pada RNA-transfer
(tRNA) yaitu hiposantin, 1-metil hiposantin, 1-metil guanine, N2-dimetil
guanine, N2-adenin dan treonilkarbomil adenine. DNA dan RNA juga
mengandung primidin sitosin, tetapi RNA mengandung urasil sedangkan DNA
mengandung timin.
Struktur basa yang mengandung oksigen
biasanya ditulis dalam bentuk keto (laktam), tetapi sebenarnya ada keseimbangan
antara bentuk keto dan bentuk enol (laktim). Hal ini bergantung pada pH
lingkungannya, biasanya pada pH fisiologis yang lebih dominan adalah bentuk
laktam. Nukleosida adalah suatu senyawa dimana purin dan pirimidin terikat pada
D-ribofuranosa atau1-deoksifuranosa melalui ikatan N-β-gglikosida antara
hidroksi hemiasetal pada atom karbon C-1′ dimolekul gula dan dengan atom N pada
asam nukleat. Nukleotida adalah ester asam fosfat dari nukleosida. Pada ribose
ada 3 tempat di mana fosfat dapat membentuk ester, yaitu pada C-2′, C-3′ dan
C-5′. Pada 2′-deoksiribosa hanya terdapat 2 tempat fosfat yang dapat membentuk
ester yaitu pada posisi 3′ dan 5′. Semua bentuk ester nukleotida ini terdapat
dalam jaringan biologis, namun paling dominan adalah yang mengandung gugus
fosfat pada posisi 5′. Salah satu dari nukleotida yang sangat penting ialah
adenosine 5′-monofosfat (disebut juga asam 5′-adenilat), biasanya disingkat
sebagai AMP (p=fosfat). AMP bersama-sama dengan derivatnya adenosine 5′-difosfat
(ADP) dan adenosine 5′-trifosfat (ATP) berperan sangat penting dalam
penyimpanan dan pemanfaatan energy selama metabolism sel berlangsung. Hal ini
disebabkan oleh karena adanya kemampuan senyawa ini untuk menerima dan member
gugus fosfat.
Struktur nukleotida ATP, ADP dan AMP .
ATP adalah senyawa utama pembawa energy kimia dalam sel. Pada waktu proses
pemindahan energy, terjadi defosforilasi ATP menjadi ADP atau AMP dan kemudian
ADP dan AMP berbalik kembali menjadi ATP dengan proses respirasi. Fungsi lain
dari nukleotida ialah sebagai pembawa bahan pembentuk dasar suatu molekul.
Diantaranya yakni nukleotida uridin difosfat (UDP) yang bertugas sebagai pembawa
residu gula untuk sintesis polisakarida. Misalnya glukosa uridin difosfat
adalah donor residu glukosa untuk pembentukan glikogen. Contoh pembawa bahan
lainnya ialah kolin sitidin difosfat, yaitu senyawa donor kolin untuk
biosintesis fosfogliserida yang mengandung kolin. Nukleotida trifosfat juga
berfungsi sebagai pembawa unit mononukleotida untuk biosintesis DNA dan RNA.
Selama proses ini, nukleotida trifosfat kehilangan gugus fosfat terminal
sehingga terbentuk residu nukleotida pembentuk asam nukleat.
Beberapa mononukleotida memegang peranan
penting dalam proses metabolism dan kadang-kadang mempunyai basa yang bukan
basa asam nukleat. Diantara mononukleotida itu ialah nikotinamida
mononukleotida, flavin mononukleotida dan koenzim A. semuanya mempunyai ikatan
β-N-glikosil pada posisi 1-D-ribosa. Nikotamida mononukleotida merupakan
senyawa asal dari nikotamida adenine dinukleotida (NAD). Flavin mononukleotida
(FMN) merupakan ester asam 5-fosfat riboflavin. Riboflavin dikenal sebagai
vitamin B2 yang dibutuhkan oleh manusia. FMN mengandung gula alcohol beratom 5,
yakni D-ribotol, termasuk koenzim oksidasi-reduksi yang berperan sangat penting
dalam proses respirasi sel. Dalam proses ini
cincin isoalaksazim mengalami oksidasi-reduksi yang bolak balik. FMN
juga merupakan senyawa asal untuk sintesis flavin adenine dinukleotida (FAD)
yaitu koenzim oksidasi-reduksi lainnya yang sangat penting. Dalam hal ini ada
hubungan antara komponen asam nukleat dengan protein yang disintesis
menghasilkan beberapa asam amino dengan adanya proses tersebut akan terbentuk
ptotein persis seperti yang dikehendaki, hal ini tidak terlepas dari informasi
genetik yang diteruskan berasal dari DNA, diprogram melalui RNA dengan proses
yang terlibat yaitu replikasi DNA, transkripsi penyalinan informasi dan translasi
pembuatan asam amino.
Bagaimana mekanisme yang dapat
menghubungkan semua komponen diatas sehingga proses penyerapan nutrisi dalam
tubuh dapat terjadi. Pada asam nukleat yang terletak didalam inti sel mensintesis
protein-protein yang berbeda sesuai dengan kode basa genetik pada DNA, menghasilkan
berbagai macam asam amino yang digunakan dalam berbagai proses yang terjadi
pada tubuh manusia. Berbagai komponen kimiawi yang telah dijelaskan memiliki
fungsi dalam berbagai mekanisme tubuh dalam hal ini seperti respirasi,
pencernaan dan reproduksi. Pada system
respirasi misalnya pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida yang
terjadi di dalam paru-paru, ini tak lepas dari peran eritrosit yaitu sel darah
merah yang mengandung hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dan karbondondioksida.
Kemudian pada system pencernaan banyak enzim yang membantu didalamnya sehingga
proses penyerapan makanan berjalan dengan baik dan pada system reproduksi yaitu
penurunan sifat akibat bertemunya dua sel telur dan sel sperma membentuk
induvidu baru. Karena adanya komponen kimiawilah yang membantu setiap proses dalam
tubuh sehingga penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh sebagai energy dalam
melakukan setiap aktivitasnya.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Manusia memiliki
beberapa komponen kimiawi dalam tubuhnya yang sangat berfungsi penting dalam
setiap reaksi kimia. Hal ini sangat dibutuhkan tubuh untuk memenuhi semua
system yang terjadi pada tubuhnya untuk hal itu perlu asupan makanan dari luar
untuk memenuhi komponen-komponen tersebut. Selain itu tubuh membentuk sendiri
komponen-komponen kimianya sehingga tubuh tidak hanya menerima
komponen-komponen tersebut dari asupan maknan tetapi juga dapat membentuknya.
Adapun komponen-komponen kimia tersebut yaitu : karbohidrat, protein dan asam
amino, enzim serta asam nukleat.
B. SARAN
Dalam hasil pengumpulan
data terhadap materi komponen kimiawi dalam tubuh manusia serta penyerpan
nutrisi. Sehingga perlunya dijaga asupan makanan untuk memenuhi
komponen-komponen kimiawi dalam sel tubuh manusia untuk penyerapan nutrisi
tubuh.
DAFTAR
PUSTAKA
Bintang,
Prof.Dr.drh Maria, M.S. Biokimia Teknik
Penelitian. Jakarta: Erlangga
Girindra,
Aisjah. 1990. BIOKIMIA I. Jakarta:
Pragmedia.
Hart,
Harold dkk. 2003. KIMIA ORGANIK.
Jakarta: Erlangga
Mont
gomery, Rex Ph.,D.,D.Sc dkk. 1993. BIOKIMIA:
suatu pendekatan berorientasi-kasus. Yokyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Sasika
Novel, Sinta S.Si. 2010. RANGKUMAN
BIOLOGI SMA. Jakarta: Gagas Media
Staley,
Dennis. 1992. Penuntun belajar untuk PENGANTAR
KIMIA ORGANIK DAN HAYATI. Bandung: ITB
Komentar
Posting Komentar