“KOMPONEN KIMIAWI DALAM TUBUH MANUSIA SERTA PENYERAPAN NUTRISI”

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas rahmat dan berkatnya kita dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, dan tak lupa juga kita kirimkan shalawat dan tasbih kepada nabi kita Muhammad Saw. Serta ungkapan terima kasih kepada dosen mata kuliah bahasa indonesia yang telah membimbing dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
Karya ilmiah ini di susun dengan tujuan memenuhi tugas dan mengetahui KOMPONEN KIMIAWI DALAM TUBUH MANUSIA SERTA PENYERAPAN NUTRISI. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan motivasi sekaligus menambah wawasan bagi kita. Tidak lupa juga permahonan maaf apabila dalam penyusunannya terdapat kesalahan dalam hal penyusunan  isi  maupun kosa kata yang mungkin tidak memenuhi standar bahasa indonesia yang baik dan benar. Sebagai penulis yang sadar bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran sangat diharapkan demi kebaikan untuk kedepannya. Terima kasih.
Wassalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


                                    Palu, 25 Mei 2016

Murni Cahyani


DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ………………………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang ………………………………………………………………………... 1-3
1.2   Rumusan Masalah ……………………………………………………………………..... 3
1.3   Tujuan …………………………………………………………………………………... 3
1.4  Metode Penilaian ………………………………………………………………………... 3
1.5  Kerangka Teori ………………………………………………………………………... 3-5
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Identifikasi Masalah …………………………………………………………………. 6-10
2.2  Analisis Masalah ……………………………………………………………………. 10-24
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan …………………………………………………………………………….. 25
3.2  Saran …………………………………………………………………………………… 25
Daftar Pustaka





KOMPONEN KIMIAWI DALAM TUBUH MANUSIA SERTA  PENYERAPAN NUTRISI

BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 LATAR BELAKANG
Manusia terdiri dari berbagai macam sitem organ yang bekerja setiap waktunya, setiap system organ terdiri atas beberapa organ yang saling bekerjasama, setiap organ terdiri atas jaringan-jaringan, dan jaringan terdiri atas ribuan sel merupakan penyusun dasar tubuh manusia. Manusia mebutuhkan energi setiap kali beraktivitas. Aktivitas yang besar membutuhkan energy yang besar jika tidak adanya asupan nutrisi tubuh dapat merombak cadangan makanan berupa lemak sebagai energi penggantinnya. Nutrisi yang dibutuhkan tubuh biasnya adalah sebagai berikut : karnohidrat, banyak terdapat di alam di antaranya dalam bentuk pati, kapas, gula pasir dan kayu, karbohidrat adalah plisakarida dan aldehida atau keton. Molekul karbohidrat paling sederhana yang tidak terikat pada karbohidrat lain dinamakan gula sederhana atau monosakarida. Disakarida adalah senyawa yang terdiri dari dua monosakarida terikat. Trisakarida mengandung tiga monosakarida terikat sedangkan polisakarida adalah rantai panjang yang tersusun dari banyak monosakaridaa. amina, amida dan nitril senyawa nitrogen organik yang di butuhkan tubuh selanjutnya merupakan penyusun molekul penting dalam tubuh kita.
Kemudian lipid adalah segolongan besar senyawa tak larut air yang terdapat di alam. Lipid cenderung larut dalam pelarut organic seperti eter dan kloroform. Sifat inilah yang membedakannya dari karbohidrat, protein, asam nukleat lainnya, struktur molekul lipid sangat beragam sehingga kita harus meninjau banyak gugus fungsi. Selanjutnya asam amino, peptide dan protein, asam amino adalah senyawa yang memiliki gugus (-NH2) dan asam karboksilat (-CO2H) pada molekul yang sama, istilah ini biassannya diartikan sebagai asam amino yang terbentuk dan digunakan dalam makhluk hidup. Kerja sel hidup dapat dibandingkan dengan kegiatan pabrik kimia yang sangat efisien. Dalam tubuh manusia dikenal suatu molekul yang dpat mempercepat terjadinya reaksi kimia yang di sebut enzim. Enzim adalah pekerja dalam pabrik sel ini, sibuk memecah bahan baku ( zat gizi yang masuk ke sel) dan merakitnya kembali menjadi produk untuk membantu pertumbuhan sel, memperbaiki sel, membuat sel baru, dan menghasilkan energy. Seperti halnya pekerja pabrik, enzim kadang-kadang membentuk regu bergantung pada tugas yang harus dilaksanakanya, jenis molekul enzim tertentu atau regu molekul enzim dapat tersebar di seluruh sel atau terbatas pada lokasi khusus. Beberapa enzim pekerja memerlukan perkakas dalam bentuk koenzim yaitu molekul atau ion yang erat berhubungan dengan molekul enzim.
Pada asam nukleat dikenal DNA dan RNA. Asam nukleat ini ialah makromolekul seperti rantai-rantai yang linear yang pertama kali diisolasi oleh inti sel. Hidrolisis asam nukleat menghasilkan nukleotida yang merupakan blok pembangun asam nukleat, sam seperti asam amino merupakan blok pembangun untuk protein. Struktur keseluruhan dari asam nukleat sendiri ialah makromolekul dengan penyusun utama molekul gula yang dihubungkan dengan gugus fosfat dan sebuah basa pada setiap gula.
Beberapa komponen kimiawi yang telah dijelaskan diatas ada dan menjadi bagian dari tubuh manusia tertuma pada sel tubuh yang berperan penting dalam reaksi sel untuk kinerja dari setiap organ satu dengan organ yang lain seperti dalam penyerapan nutrisi dalam tubuh untuk memberikan energy dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

2. 1 RUMUSAN MASALAH
Apa saja komponen kimia penyusun tubuh manusia dan bagaimana menkanismenya dalam penyerapan nutrisi?

3. 1 TUJUAN
Mengetahui dan memahami komponen kimiawi penyusun tubuh manusia dan mekanismenya dalam penyerapan nutrisi

4. 1 METODE PENULISAN
Metode penulisan dalam pembuatan karya ilmiah ini dilakukan dengan cara studi literature, dengan mengambil informasi pada buku-buku perpustakaan. Bahan tersebut diolah guna memperoleh informasi yang dapat menganalisis permasalahan.

5. 1 KERANGKA TEORI
Dua bentuk utama sel ialah prokaryot dan eukryot kedua jenis sel ini pada hakikatnya adalah sejumlah bahan kimia penting yang diperlukan untuk kehidupan, yang terbungkus dalam membrane sel. Sel eukaryote jauh lebih besar dan agak rumit disbanding prokaryot, tetapi proses kimia yang dilakukan oleh kedua jenis sel serupa saja, dan keduannya adalah ‘pabrik’ kimia yang sangat efisien.
Ciri utama yang membedakan sel prokaryot dan sel eukaryote adalah adanya organel (‘organel kecil’) pada jenis sel eukaryote. Organel ialah benda bermebran dalm sel yang tersuspensi dalam cairan sel atau sitoplasma. Organel  merupakan tempat untuk berbagai fungsi khusus dalam sel eukaryote. Organel terbungkus–membran yang penting, disertai fungsinnya adalah sebagai berikut: inti berfungsi sebagai reproduksi atau pembelahan sel, mitokondria berfungsi sebagai sumber energy dalam sel yang menggunakan oksigen untuk pernapasan, badan golgi berfungsi mengubah protein menjadi glikoprotein dan lisosom berfungsi mencerna limbah sel dan senyawa yang masuk ke dalam sel. Masih ada struktur membrane lain dalam eukrayot, berlipat-lipat seperti jala, yaitu endoplasma reticulum (ER). Salah satu fungsi ER adalah gempat melekatnya ribosom, yaitu organel kecil tenmembran yang menjadi tempat pembuatan protein. Endoplasma reticulum dengan ribosom disebut ER kasar, sedangkan yang tenpa ribosom dinamakan ER halus. Membrane semua sel terdiri dari lipid. Lipid utama dalam membrane sel ialah fosfolipid, glikolipid, dan dalam sel hewan, kolesterol. Fosfolipid memiliki kerangkan gliserol (fosfogliserida) atau sfingosina (sfingomyelin). Serebrosida mengandung glukosa atau galaktosa, dan dengan kerangka sfingosina, termasuk dalam glikolipid. Molekul fosfolipid dalam glikolipid mempunyai kepala polat dan  ekor yang hidrofob. Dwilapis lipid adalah struktur dasar liposom dan membrane sel serta organel.
Gula , lipid, protein dan asam nukleat adalah ssumber energy dan bahan untuk pertumbuhan molekul hidup, diserap kedalam tubuh selama pencernaan, semua proses pencernaan melibatkan reaksi hidrolisis yang berkataliskan enzim. Enzim yang pada hakikatnya protein, berfungsi sebagai katalis dalam reaksi kimia didalam system hayati. Molekul pereakasi dalam perubahan hayai disebut substrat. Reaksi berkatalis enzim dimulai jika molekul substrat terikat pada enzim. Dalam banyak hal reaksi yang berkatalis enzim membutuhkan koenzim, yaitu molekul organic kecil atau ion logam yang turut mengisi tapak aktif, sesudah substrat berubahh, produk melepaskan diri dari enzim dan enzim bebas berinterakssi dengan molekul substrat lainnya. Myoglobin adalah protein globular terkonjugasi yang menyimpan oksigen di dalam otot. Konfirmasi rantai peptide tunggalnya hamper seluruhnya heliks alfa. Guugus prostetik hem terlindung baik dalam lipatan rantai.
Hemoglobin, yakni pembawa oksigen dalam darah, terdiri dari empat rantai subunit peptide, yaitu dua rantai alfa dan dua rantai beta. Konformasi rantai hemoglobin, walaupun runtutunan asam amino kedua protein  ini berbeda. Anemia sel sabit adalah sebuah contoh bagaimana perubahan kecil dalam runtunan asam amino protein mempengaruhi fungsi faali protein. Pada sel dikenal dengan inti sel yang berfungsi sebagai pengontrol atau pusat aktivitas dari sel yang terdiri atas DNA dan RNA sebagai komponen pembawa sifat, kedua komponen yang terdapat dalam inti sel ini berfungsi dalam melakukan sintesis protein untuk digunakan dalam maupun di luar sel dan juga mendukukng kinerja system organ dalam penyerapan nutrisi pada tubuh.








BAB II
PEMBAHASAN
2.1  IDENTIFIKASI MASALAH
Suatu organism yang kompleks seperti tubuh manusia merupakan kumpulan sel-sel yang teratur keadaan sehatnya ssetiap sel yang beredar memperolehnutrien esensial dari cairan interstisial diluar sel, dimana sel tersebut terendam. Cairan tersebut juga melayani pengeluaran hasil-hasil buangan yang diekresi dari sel. Komposisi sel hidup sangat konstan selama cairan ekstrasel itu normal.
Orang dewasa rata-rata tersusun dari 55% air, 19% protein, 19% lemak, kurang dari 1% karbohidrat dan 7% unsure organic. Air tubuh terbagi antara dua komponen utama air yang terdapat dalm sel (cairan intrasel) dan air yang terdapat diluar sel (cairan ekstrasel). Cairan ekstrasel terbagi lagi menjadi cairan interstisial, yang merendam sel-sel dan plasma darah. Cairan tubuh rata-rata menyusun 65% sampai 70% masa tubuh–tanpa-lemak, yakni  berat seseorang sesudah dikurangi kelebihan lemak tubuhnya. Dengan distribusi air yang luas ini, timbul ke sel bahwa pengangkutan dan metabolisme lambat dan mungkin tidak berdaya guna.
Makanan normal kita merupakandcampuran bahan nabati dan hewani yang kompleks tersusun terutama dari protein, lipid, dan karbokidrat. Bahan-bahan tersebut harus dijadikan komponen yang lebih sederhana sebelum dapat digunakan oleh jaringan-jaringan kita. Proses-proses untuk memcahkan bahan makanan menjadi komponen ssederhana disebut pencernaan dan mengkutsertskan katalisator biologic yang disebut enzim.hasil pencernaan kemudian masuk keadaan pembuluh darah dengan proses obsorpsi selektif uraian pendahuluan yang sederhana mengenai komponen-komponen makanan ini perlu untuk menahan bagaimana mereka berfungsi dalam nutrisi. Lipid terdapat didalam jaringan lemak, merupakan sumber energy pekat dalam diet maupun sebagai bentuk cadangan energy dalam tubuh yang berdayaguna. Asam lemak esensial semua asam lemak yang dibutuhkan oleh tubuh, kecuali satu asam linoleat, dapat disintesi dari asam-asam lain atau dari precursor bukan lemak, terutama karbohidrat. Asam tiolinoleat harus ada dalam diet, sebab asam linoleat esensial untuk kesehatan
Komponen anorganik tubuh manusia terutama natrium, kalsium, kalium, Magnesium, ferum, fosforus, khlorid dan sulfur. Sebagian  besar mereka merupakan mineral dalam skelet dan ion-ion dapat cairan tubuh. Natrium, kalium dan khlorid merupakan ion-ion utama dalam cairan ekstrases sedang kalium terdapat terutama didalam sel dan esensial untuk banyak proses enzimatik, untuk penyebaran pacu saraf dan untuk fungsi otot, ion-ion mengendalikan volume cairan tubuh dan kadar ion.
Kalsium dan fosforus, dalam bentuk hidroksiapatit merupakan komponen utama strukturhidroksiapatit merupakan komponen utama strukturas tulang dan gigi. Terus-menerus terjadi pertukaran ion-ion ini antara cairan sirkulasi dan jaringan padat dalam rangka skelet serta struktur membrane sel.
Magnesium merupakan esensial dalam metabolisme, terutama dalam reaksi-reaksi yang melibatkan ATP. Mg++ merupakan penekanan untuk system saraf pusat dan juga melibatkan hipotensi. Magnesium kadar tinggi menurunkan denyut jantung dan akhirnya menyebabkan berhentinya jantung. Berbeda dengan Ca++ kadar tinggi cenderung memperburuk pengaruh yang disebabkan oleh rendahnya kadar Mg++, yang mungkin disebabkan karena campur tangannya pada enzim yang membutuhkan Mg++.
Sulfur merupakan komponen asam amino sistein dan metionin, koenzim KoASH, dan vitamin-vitamin tiamin dan biotin. Sulfur terdapat sebagai ester sulfat organic dalam beberapa komponen biopolymer jaringan pingbagikat dalam lipid kompleks yang disebut sulfated glikolipid dan dalam asam empedu terkonjugasi yang dulu dikenal sebagai agen pengemulsi untuk lemak diet dalam usus.
Ferum, dibutuhkan untuk sintesis bagian hem pada hemoglobin dan mioglobin. Ferum juga dibutuhkan dalam protein ferum non-hem dan molekul intrasel lain yang disebut sitokhrom, yang ikut serta dalam oksidasinya metabolit-metabolit. Kira-kira 25%  ferum dalam tubuh disimpan dalam hati, limpa, dan tulang dalam bentuk ferritin, suatu senyawa globulin ferum, dan hemosiderin. Ferum juga terdapat dalam protein plasma: tranferrin.
Yodium pada orang dewasa sebagian besar yodium, 70% sampai 8-%, terkumpul dalam kelenjar tiroid, dan disini yodium ikut serta dalam biosintesis hormone tiroksin dan tiyodotironim. Sumber alami yodium dalam diet adalah sayuran, yang berbeda-beda kandungan yodiumnya tergantung pada tanah tempat tumbuh dan kandungan mineral dalam sumber airnya.
Fluorid, penggolongan fluorid sebagai suatu unsure esensial sampai batas tertentu tergantung pada criteria esensialitas.
Kehidupan dengan sel sebagai kesatuannya, dapat berlanjut oleh karena adanya proses-proses biokimia yang terjadi didalam ruang yang dibatasi membrane sel. Penyerapan selektif dan pengangkutan semua bahan harus melintasin lipid-protein ini, yang boleh jadi brevolusi hingga dapat berperan serta dalam fungsi-fungsi sel yang sangat terdeferensiasi seperti kontraksi otot, perjalanan impuls listrik dan absorpsi intestinal. Pada peristiwa-peristiwa semacam ini terdapat hubungan antara struktur dengan protein dengan fungsinya, kemudian rincian masing-masing lambat laun menjadi makin jelas.
Plasma normal mengandung 60 sampai 80 g/L protein, dari jumlah ini 30 sampai 50 g adalah albumin dan 15 sampai 30 g tersusun atas campuran globulin. Mioglobin adalah suatu kromo protein yang terdapat dalam sel otot. Pada manusia jumlah yang lumayann banyak ditemukan dalam otot jantung, pada otot skelet. Hemoglobin warna merah darah disebabkan oleh kandungan hemoglobin dalam eritrosit. Hemoglobin merupakan 7,8 sampai 11,2 mmol monomer hemoglobin per liter (12,6 sampai 18,4 g/dl) darah, tergantung pada usia dan jenis kelamin. Di bawah kondisi normal semua hemoglobin darah ada didalam eritrosit. Hemoglobin dibuat dalam eritrosit yang belum masak disumsum tulang, tidak dalam jangka waktu 120 sampai 135 hari selama eritrosit ada dalam peredaraan.  Enzim adalah biokatalisis yang diproduksi oleh  jaringan hidup dan enzim meningkatkan laju reaksi yang mungkin terjadi dalam jaringan. Pada sel hidup asam nukleat bertumpu pada pemutusan DNA menjadi fragmen-fragmen kecil-kecil yang dapat diidentifikasi menggunakan gabungan reaksi enzimatik dan kimia, mula-mula enzim yang disebut endonuklease restriksi yang membelah rantai DNA pada urutan empat-basa yang diketahui, digunakan untuk memutuskan molekul DNA besar menjadi beberapa fragmen yang lebih kecil dengan sekitar 100 sampai 150 unit nukleotida. Setelah dimurnikan, fragmen-fragmen ini didegradasi lebih lanjut menggunakn empat jenis kondisi reaksi yang berbeda dan terkendali dengan baik, yang secara selektif membelah rantai pada basa  tertentu A, G, C, atau T. setiap set kondisi menghasilkan beberapa kelompok nukleotida yang lebih kecil lagi yang dianalisis dengan elektroforesis gel (teknik yang serupa seperti yang digunakan untuk memmisahkan peptide), yang memisahkan kelompok nukleotida tersebut berdasarkan jumlah unit nukleotida yang dikandungnya. Percobaan ini memberikan informasi yang cukup sehingga urutan DNA dapat diungkapkan.
Komponen-komponen yang telah dijelaskan diatas memiliki perannya dalam penyerapan nutrisi untuk tubuh.

2.2  ANALISIS MASALAH
Manusia atau jasad hidup berasal dari molekul anorganik, yang berevolusi dengan melibatkan sejumlah energy peristiwa ini dikenal sebagai evolusi kimia dimana makhluk hidup berasal dari molekul-molekul kimiawi atau organic dengan adanya reaksi kimia. Evolusi kimia ini terjadi pada 100 milyun tahun pertama dari masa terbentuknya bumi sejak 4800 milyun tahun yang lalu. Sel diduga hidup pertama muncul di bumi sejak 3500 tahun silam dari sejak itu mulailah apa yang disebut evolusi biologi yang sampaisekarang masih berlanjut.
Manusia merupakan jasad hidup yang memiliki segala aktivitas kehidupan yang sangat mebutuhkan enegi atau  nutrisi agar segala proses dalam tubuhnya dapat bekerja secara maksimal. Jasad hidup adalah kumpulan zat tak hidup yang dapat berbaur dan bereaksi serta berinteraksi satu sama lain dengan cara dan susunan yang sangat rumit namun diatur dengan baik. Komponen-komponen tubuh manusia tidak hanya sekedar tersusun secara biologis akan tetapi ada beberapa komponen dalam tubuh manusia yang menunjang kerja organ biologis tubuh yaitu komponen kimiawi serta reaksi yang tejadi didalam tubuh sehingga makanan yang masuk dalam tubuh manusia dapat langsung diolah oleh tubuh untuk diambil nutrisinya dan energinya sehingga regenerasi sel dalam tubuh manusia secara normal akan terjadi terus-menerus.
Senyawa kimia yang biasanya terdapat dalam tubuh manusia adalah senyawaa organic yang terususn oleh karbon yang brikatan dengan hydrogen, oksigen dan nitrogen secara kovalen. Senyawa ini terbagi atas beberapa jenis gugus fungsi yang terdapat didalam 4 macam makro molekul yang terdapat dalam tubuh manusia yaitu asam nukleat,mprotein, polisakarida, dan rakitan lipida. Setiap makromolekul terdiri atas unit-unit pembangunnya yang lebih kecil. Asam nukleat terdiri dari unit monomer nukleotida, sedangkan protein tersusun dari 21 macam asam amino dan polisakharida berupa rantai yang terdiri dari monosakharida. Berlainan dengan poliskharida berupa rantai yang terdiri dari ulangan unit yang sama, protein dan asam nukleat merupakan makromolekul yang terdiri dari unit monomer yang tidak sama. Karena itu untuk membuat makromolekul itu serupa setiap dirakit, diperlukan pengarahan yang tepat yang dalam hal ini disebut pengarahan genetik.
Pada tubuh manusia terdapat molekul yang disebut biomolekul. Molekul-molekul yang mengisi kehidupan. Hamper semua biomolekul merupakan senyawa karbon. Seperti yang telah diketahui, sebuah atom carbon dapat saling memberi pasangan electron sesamanya sehingga membentuk ikatan tunggal antara karbon-karbon yang stabil. Dengan demikian, tiap atom karbon dapat berikatan tunggal dengan satu, dua, tiga dan empat atom karbon. Selain itu, dua atom karbon dapat pula saling member dua pasangan electron sesamanya sehingga terbentuklah ikatan rangkap. Ikatan antara karbon  yang kovalen ini member bentuk struktur yang berlainan, baik yang berantai lurus, maupun yang bercabang, berbentuk siklik dan berbagai macam bentuk lagi yang semuanya merupakan tulang punggung karbon pembentuk molekul organik. Pada tulang punggung karbon ini terikat berbagai macam atom lain secara kovalen seperti oksigen, hydrogen, nitrogen dan sulfur.
Pada dalam sel tubuh manusia terdapat biomolekul utama yang sangat besar, yaitu berupa molekul organic, yaitu protein, asam nukleat, polisakharida, dan lipid. Keempat molekul protein ini disebut makro molekul, dengan berat molekul yang tinggi. Berat molekul protein berkisar antara 5000 sampai 1 milyun sedangkan asam nukleat berat molekulnya bisa sampai biliun. Poliskharida dapat mencapai milyunan sedangakan lipid berat molekulnya lebih rendah berkisar antara 750 sampai 1500. Tetapi, pada membrane misalnya, lipid mengumpul satu sama lain membentuk suatu system yang dapat disamakan dengan makromolekul.
Protein mempunyai fungsi biologis yang sangat penting sesuai dengan namanya “proteos” artinya yang utama. Di antara tugasnya yang sangat penting ialah sebagai enzim, yaitu sebagai katalisator berbagai reaksi dalam tubuh manusia. Selain itu, protein juga berfungsi sebagai elemen struktur dalam sel dan jaringan serta pada membrane sel sebagai pembawa senyawa tertentu masuk ke dalam dan ke luar sel.
Asam nukleat, DNA dan RNA merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penyimpan, sebagai transmisi dan penterjemah sinya genetik dalm biosintesis protein. Dalam hal ini, DNA bertindak sebagai informasi genetik sedangkan RNA menerjemahkannya kepada bentuk protein yang dikehendaki.
Poliskharida mengemban 2 macam tugas penting, yaitu sebagai simpanan energy yang diemban oleh pati dan sebagai struktur yang diemban oleh selulosa. Lipid juga dua macam tugas utama yaitu sebagai komponen struktur utama membrane sel dan sebagai bentuk penyimpanan energy utama.  
Adapun unit pembentuk makromolekul baik itu protein maupun asam nukleat terbentuk dari unit-unit pembangunnya yang lebih kecil. Protein dibangun dari 21 macam asam amino yang berlainan. Semua asam amino itu mengandung gugus karboksil dan gugus amino yang terikat pada atom karbon yang sama. Gugus lainnya disebut gugus R yang berlainan pada tiap asam amino. Berbagai asam amino ini juga berfungsi untuk membentuk senyawa pengantar rangsangan saraf, sebagai zat awal pembentuk hormone dan alkaloid bersifat racun pada tumbuhan. Asam nukleat dibangun oleh 8 macam nukleotida, 4 macam pembentuk DNA dan 4 macam lainnya pembentuk RNA. Nukleotida juga terdiri unit yang lebih kecil lagi yaitu basa nitrogen, gula berkarbon -5 dan asam fosfat.
Perbedaan antara DNA dan RNA ialah pada basa dan gulanya, DNA mengandung gula deoksiribosa sedangkan RNA mengandung ribose. Tetapi, basa yang dipakai untuk pembentuk nukleotida ini dapat pula membentuk biomolekul lain dari nukleotida seperti misalnya basa adenine juga merupakan bagian dari ATP (adenine trifosfat), yaitu senyawa pembawa energy didalam sel. Selain itu adenine juga dapat merupakan bagian dari beberapa koenzim.
Polisakharida seperti selulosa, pati, dan glikogen merupakan makromolekul yang terdiri dari uulangan unit yang lebih kecil yaitu glukosa. Glukosa juga berfungsi sebagai unit pembangun gula disakharida yang banyak terdapat di alam yaitu sukrosa, laktosa, manosa, dan fruktosa. Kemudian ada molekul yang dikenal sebagai cadangan makanan dalam tubuh manusia yang disebut lemak, baik yang padat maupun yang berbentuk cair (minyak) mengandung gliserol yang membentuk ester dengan berbagai asam lemak. Asam lemak ini selain dari merupakan komponen dari lemak tetapi juga merupakan komponen dari struktur membrane sel, komponen lilin pengaman daun dan buah serta sebagai zat pembangun biomolekul khusus lainnya.
Gugus fungsional biomolekul merupakan gugus yang lebih reaktif dibandingkan dengan tulang karbon jenuh. Gugus fungsional ini akan mengubah distribusi electron dan geometri atom tetanggannya karena itu berpengaruh terhadap rektivitas molekul organic itu secara keseluruhan. Gugus fungsional yang terdapat dalam molekul organic ialah gugus hidroksil, gugus amino, gugus  karbonil dan gugus karboksil. Setiap biomolekul mempunyai lebih dari satu gugus fungsional yang berbeda satu dengan yang lain. sebagai contoh ialah asam amino, yang mempunyai gugus fungsional amino dan gugus karboksil.
Lipida adalah senyawa organic yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter, dan benzene. Senyawa organic ini terdapat dalam semua sel dan berfugsi sebagai komponen struktur sel, sebagai simpanan bahan bakar metabolic, sebagai bentuk untuk mengangkut bahan bakar, sebgai komponen pelindung dinding sel, dan juga sebagai komponen pelindung kulit. Bebrapa senyawa lipida mempunyai aktivitas biologis yang sangat penting dalam tubuh, diantaranya vitamin dan hormone. Sedangkan untuk nutrisi, lemak merupakan sumber kalori penting disamping berperan sebagai pelarut berbagai vitamin. Beberapa jenis lipid diantaranya yaitu asalm lemak merupakan senyawa pembangun berbagai lipida, termasuk lipida sederhana, fofogliserida, ester kolesterol, lilin dan lain-lain. ada 70 macam asam lemak dari berbagai sel dan jaringan, semuannya berupa rantai hidrokarbon dengan ujungnya berupa gugus karboksil. Rantai ini bisa jenuh atau bisa juga mengandung ikatan rangkap. Perbedaan sifat asam lemak yang mempunyain 2, 3, 4, 5, dan 6 ikatan rangkap. Perbedaan sifat asam lemak justru terletak pada panjang rantai serta jumlah dan posisi ikatan rangkapnya. Sifat asam lemak ditentukan oleh rantai hidrokarbonnya. Asm lemak berantai jenuh yang mengandung 1 sampai dengan 8 atom karbon bberupa cairan sedangkan lebih dari 8 atom karbon berupa padatan. Asm asetat mempunyai ttitik cair 70oC tetapi dengan adanya satu saja ikatan tidak jenuh seperti pada asam oleat, titik cairnya menurun sampai 14oC. salah satu contoh asam lemak yang merupakan lemak netral yaitu Gliserida yang dapat terhidrolisis dengan asam, basa, dan enzim lipase, yang terdapat dalam cairan pancreas. Hidrolisis dengan basa menghasilkan sabun prosesnya disebut penyabunan.
Pada sel yang berfungsi sebagai pelindung sel serta oranel organel sel yang ada didalam sel yaitu membrane sel yang terdiri atas fosfolipid-fosfolipid. Fosfolipid ini terbagi atas 2 yaitu fosfat dan lipid. Fosfolipida banyak terdapat pada bakteri, jaringan hewan, dan tumbuhan. Fosfolipida yang disebut fosfatidil etanolamin dan fosfatidilkolin biasanya terdapat pada membrane  dan hanya sedikit sekali fofolipida ini terdapat pada lemak simpanan.
Kemudian jenis lipid yang lain yaitu sfinglipida hanya sedikit terdapat pada depot-depot lemak, paling banyak didapati pada jaringan otak dan syaraf. Sfingolipida ini juga didapati pada membrane sel tumbuhan atau sel hewan. Jika dihidrolisis, sfingolipida menghasilkan satu molekul asam lemak, satu molekul amino alcohol tak jenuh berantai panjang yang dinamakan sfingosin atau dihidro-sfingosin yang berantai jenuh, satu molekul asam fosfat, satu molekul alcohol (X-OH) dan tidak terdapat gliserol.
Membrane sel terdiri dari 60% protein dan 40% lipida, dengan tebal sekitar 60-100 Å. Kebanyakan lipida yang terdapat dalm membrane sel adalah lipida polar sedangkan sterol atau asil gliserol boleh dikatakan sedikit, kecuali pada membrane plasma hewan tingkat tinggi yang secara khas mengandung banyak kolesterol. Perbandingan berbagai lipida polar pada membrane sangat bergantung pada macam membrane, sel, spesiesnya. Perbandingan ini selalu tetap dan bersifat turunan sehingga tidak berubah walupun diberi makanan dengan campuran lipida yang berlainan. Kecuali asam lemak yang bergantung pada status nutrisi dan suhu. Mengenai protein membrane, sekarang diketahui terdiri dari banyak macam protein yang dapat dipisahkan dengan cara elektroforesa. Protein membrane pada mitokondria bobot molekulnya antara 23.000 sampai 60.000 dan sekitar 50.000 pada eritrosit. Beberapa teori mengenai model struktur diantaranya ialah fluid mosaic model yang mengemukakan bahwa membrane terdiri dari protein mosaikk globular dengan 2 lapis fosfolipida. Bagian hidrofilik polipeptida terletak pada kedua permukaan membrane, bergelung tidak teratur dan bagian hidrofobik terdapat dalm membrane terbentuk heliks. Dalam hal ini terlihat bahwa bukan hanya lipida saja yang berbentuk amfipatik, tetapi juga proteinnya. Ujung polar protein terdiri dari bagian yang mengandung residu asam ionic.
Protein adalah suatu senyawa organic yang berbobot molekul tinggi berkisar antara bebrapa ribu sampai jutaan. Protein ini tersusun dari atom C, H, O dan N serta unsure lainya seperti P dan S yang membentuk unit-unit asam amino. Urutan susunan asam amino lainnya menentukan sifat biologis suatu protein. Di alam, ditemukan 20-21 macam asam amino yang membangun protein. Protein terdapat pada semua sel hidup, kira-kira 50% dari berat keringnya dan berfungsi sabagai pembangun struktur, biokatalis, hormone, sumber energy, penyangga racun, pengatur pH, dan bahkan sebagai pembawa sifat turunan dari generasi ke generasi. Beberapa asam amino banyak pula yang bukan pembangun protein, tetapi berperan penting dalam metabolisme. Di antaranya ialah L-ornitin dan L-sitrulin yang didapat sebagai “zat-antara” dalam siklus urea, dan berpartisispasi dalam biosintesis asam amino ariginin. Selain itu β-alanin (isomer dari α alanin), berfungsi sebagai komponen vitamin asam pantotenat dan koenzim A. amin keratin, yaitu derivate glisin berperan penting dalam proses penyimpanan energy.
Peptide sederhana tersusun dari beberapa asam amino dan merupakan rantai di mana gugus fungsi karboksil asam amino yang satu dihubungkan dengan gugus amino dari asam amino lainnya melalui suatu ikatan peptide. Sintesis ikatan peptide ini terjadi dalam sel melalui suatu tahapan reaksi yang sangat kompleks. Dua asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptide disebut dipeptida, peptide yang terdiri dari 3 asam amino disebut tripeptida dan seterusnya. Apabila peptide mengandung kurang dari 10 asam amino disebut polipeptida. Contoh  oligopeptida yang mengandung 4 asam amino. Jika peptide disususn oleh asam-asam aminonetral maka yang terionisasi hanya gugus karboksil dan gugus amina yang ada di kedua ujung saja. Tetapi jika peptide disusun oleh asam-asam amino yang bersifat basa atau asam, ionisasinya juga terdapat pada bagian lain dari molekul dan gugus ini dengan sendirinya dapat pula aktif dan berfungsi.
Bebrapa peptide yang mempunyai aktivitas biologis yang penting di antaranya ialah gluattion yang terdiri dari 3 asam amino, sedangkan hormone vasopressin dan oksitosin adalah nonapeptida. Oksitosin menyebabkan kontraksi urat daging, vasopresin meningkatkan tekanan darah dengan konstriksi  pembuluh darah perifer. Berbagai antibiotika juaga termasuk polipeptida diantaranya gramisidin, tirosidin dan penisilin. Hormone ACTH (adrenokortikotropik) adalah polipeptida dengan 39 residu asam amino, sedangkan insulin terdiri dari dua rantai polpeptida. Protein adalah makromolekul polipeptida yang tersusun dari sejumlah L-asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptide, berbobot molekul tinggi dari 5000 sampai berjuta-juta. Suatu molekul protein disusun oleh sejumlah asam amino tertentu dengan susunan yang sudah tertentu pula dan bersifat turunan. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi struktur sebuah protein ialah :
1.      Ikatan peptide yang terletak pada suatu bidang datar
2.      Rotassi sumbu Cα―N dan rotasi Cα―C
3.      Gugus R yang berupa bagian dari asam amino polar, polar tanpa muatan dan yang bermuatan negative atau positif.
Residu asam amino yang tidak bermuatan merupakan tempat ikatan hydrogen sebuah molekul protein. Beberapa asam amino yang memegang peranan sangat istimewa dalam molekul protein, diantaranya:
1.      Sistein berfungsi sebagai penghubung di dalam suatu rantai peptide atau dengan rantai peptide lainya melalui ikatan kovalen disulfide. Contohnya adalah insulin, sedangkan dalam bentuk tereduksi residu sistein pada sejumlah molekul enzim merupakan tempat di mana substrat mengikat enzim tersebut.
2.      Histidin dengan pasangan electron pada cincin nitrogennya dapat berfungsi sebagai ligan yang potensial, misalnya pada protein yang mengandung Fe seperti hemoglobin dan sitokrom c.
3.      Lisin, berfungsi sebagai pengikat antara fosfat, piridoksal dengan biaotin dan merupakan daerah yang aktif bagi beberapa enzim.
4.      Prolin, secara relative merupakan cincin yang kaku sehingga memaksa rantai poipeptida membengkok. Karena itu merupakan pengganggu α-heliks
5.      Asam amino polar seperti glutamate, aspartat, arginin, lisin, dan histidin dapat berupa ion dalam daerah pH yang luas karena itu membentuk ikatan ionic dalam struktur protein.
Protein terbagi atas 2 yaitu protein globular dan protein serabut (fibrosa). Pada protein fibrosa atau protein serabut erat hubungannya dengan unsure-unsur yang membangun sel dan berkaitan dengan sifat-sifat khas sel. Sesuai dengan namanya maka yang disebut protein serabut ialah protein yang terdiri dari peptide berantai panjang dan berupa serat-serat yang tersusun memanjang, dihubungkan secara lateral oleh bebrapa ikatan silang. Protein tersebut bersifat kurang larut, bersifat amorf, dapat memanjang dan berkontraksi. Termasuk dalam kelompok ini ialah keratin, myosin, kolagen, dan fibrin. Macam-macam protein serabut yaitu α-heliks, protein yang termasuk diantaranya α-keratin, yang kedua protein yang berstruktur triple helix yaitu protein yang terdapat pada tulang rawan, tulang, dan kulit, kolagen ini terdiri dari serabut-serabut memanjang yang terikat dalam satu ikatan pararel yang tidak larut dala air dan sangat kuat. Sedangkan protein globular terdiri dari polipeptida yang bergabung satu sama lain melalui ikatan silang atau agregat, yang termausk protein globular ialah protein yang mempunyai aktivitas biologis, diantaranya enzim.
Pada sel berlangsung secara terus-menerus reaksi-reaksi yang sangat kompleks dan dengan kecepatan yang sangat tinggi namun terarah. Reaksi yang kompleks ini dapat juga berlangsung di luar sel, hanya saja sangat lamban, hal ini disebabkan didalam sel hidup terdapat suatu zat yang dinamakn enzim. Enzim disintesis     dalam sel, dapat mempercaepatsuatu reaksi sehingga kecepatan reaksi dapat berjalan sesuai dengan proses biokimia yang dibutuhkan untuk mengatur kehidupan.
Enzim dikatakan sebagai suatu kelompok protein yang berperan sangat penting dalam proses aktivitas bilogis. Enzim ini berfungsi sebagai biokatalisator dalam sel dan sifatnya sangat khas. Dalam jumlah yang sangat kecil, enzim dapat mengatur reaksi tertentu sehingga dalam keadaaan normal tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan hasil akhir reaksinya. Enzim ini akan kehilangan aktivitasnya akibat panas, asam atau basaa kuat, pelarut organic. Atau apa saja yang bisa menyebabkan denaturasi protein. Maksudnya enzim akan kehilangan aktivitas biologinya, dalam hal ini ikatan peptide tidak berubah, yang berubah adalah bentuk lipatannya. Selain itu enzim memiliki sifat khas yaitu bekerja pada substrat tertentu dan bentuk reaksi tertentu. Misalnya enzim urease, substranya ialah urea dan bentuk reaksinya ialah mengubah substrat menjadi ammonia dan karbondioksida. Kemudian enzim hanya mampu menjadi katalisator untuk reaksi tertentu saja. Ada enzim yang bisa mengkatalis suatu kelompok substrat, ada pula yang hanya satu substrat saja, tetapi ada pula yang bersifat stereospesifik. Enzim digunakan tidak hanya dalam system pencernaan atau degradasi tetapi terjadi pula dalam seluruh sel hidup dan reaksi sintesis
Pembentukan antibody atau rangsangan kekebalan, didalam tubuh manusia memiliki protein yang besifat khas sebagai antibody, antibody ini dibentuk sebagai reaksi terhadap protein asing yang masuk ke dalam tubuh, yaitu antigen. Jika dalm tubuh disuntikkan makromolekul asing dalm jumlah yang tidak berbahaya, tubuh segera memberikan reaksi terhadap benda asing tersebut. Apabila pada suatu ketika antigen yang ssam menyerang tubuh ini, tubuh sudah siap dengan antibody yang khas untuk menetralkannya. Dalam hal ini terjadi senyawa kompleks antibody-antigen. Reaksi ini dapat dibuktikan dengan reaksi presipitin, yaitu pengendapan kompleks antibody-antigen. Antibody sangat spesifik untuk tiap antigen. Misalnya antibody protein ovalbumin direaksikan dengan antibody protein lain misalnya hemoglobin, reaksi prespitin tidak terjadi. Jadi bila kita diberi suntikan antigen tipus, antibodinya tidak akan menetralkan antigen cacar. Antibody disebut juga immunoglobulin. Didalam plasma darah, tire yang paling banyak ditemukan ialah immnuglobulin G, yaitu protein yang mempunyai 2 daerah untuk mengikat antigen.
Asam nukleat berada pada inti sel sejak 100 tahun yang lau. Asam nukleat terdapat pada semua sel. Hidup. Asam nukleat ini bertugas untuk menyimpan dan mentransfer informasi genetik, kemudian menerjemahkan informasi ini secara tepat untuk mensintesis protein yang khas bagi masing-masing sel. Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot tinggi dengan unit monomernya mononukleotida. Ada dua macam asam nukleat yaitu deoksiribonukleat (ADN) atau biasa disingkat  dalam bahasa asing sebagai DNA (deoxyribonucleic acid) dan asam ribonukleat (ARN) atau disingkat RNA (ribonucleic acid). Struktur dasar DNA daan RNA berupa suatu rantai yang terdiri dari ulangan sam fosfat, dan residu gula. Pada DNA residu gulanya ialah deoksiribosa dan pada RNA ialah ribose. Baik ribose maupun deoksiribosa terikat pada basa nitrogen, berupa subsitusi pada purinn atau subsitunsi pada pirimidin. Basa ini menentukan sifat biologis dari molekul suatu asam nukleat.
RNA dan DNA mengandung basa purin yakni adenine dan guanine. Beberapa basa yang kurang umum terdapat pada RNA-transfer (tRNA) yaitu hiposantin, 1-metil hiposantin, 1-metil guanine, N2-dimetil guanine, N2-adenin dan treonilkarbomil adenine. DNA dan RNA juga mengandung primidin sitosin, tetapi RNA mengandung urasil sedangkan DNA mengandung timin.
Struktur basa yang mengandung oksigen biasanya ditulis dalam bentuk keto (laktam), tetapi sebenarnya ada keseimbangan antara bentuk keto dan bentuk enol (laktim). Hal ini bergantung pada pH lingkungannya, biasanya pada pH fisiologis yang lebih dominan adalah bentuk laktam. Nukleosida adalah suatu senyawa dimana purin dan pirimidin terikat pada D-ribofuranosa atau1-deoksifuranosa melalui ikatan N-β-gglikosida antara hidroksi hemiasetal pada atom karbon C-1′ dimolekul gula dan dengan atom N pada asam nukleat. Nukleotida adalah ester asam fosfat dari nukleosida. Pada ribose ada 3 tempat di mana fosfat dapat membentuk ester, yaitu pada C-2′, C-3′ dan C-5′. Pada 2′-deoksiribosa hanya terdapat 2 tempat fosfat yang dapat membentuk ester yaitu pada posisi 3′ dan 5′. Semua bentuk ester nukleotida ini terdapat dalam jaringan biologis, namun paling dominan adalah yang mengandung gugus fosfat pada posisi 5′. Salah satu dari nukleotida yang sangat penting ialah adenosine 5′-monofosfat (disebut juga asam 5′-adenilat), biasanya disingkat sebagai AMP (p=fosfat). AMP bersama-sama dengan derivatnya adenosine 5′-difosfat (ADP) dan adenosine 5′-trifosfat (ATP) berperan sangat penting dalam penyimpanan dan pemanfaatan energy selama metabolism sel berlangsung. Hal ini disebabkan oleh karena adanya kemampuan senyawa ini untuk menerima dan member gugus fosfat.
Struktur nukleotida ATP, ADP dan AMP . ATP adalah senyawa utama pembawa energy kimia dalam sel. Pada waktu proses pemindahan energy, terjadi defosforilasi ATP menjadi ADP atau AMP dan kemudian ADP dan AMP berbalik kembali menjadi ATP dengan proses respirasi. Fungsi lain dari nukleotida ialah sebagai pembawa bahan pembentuk dasar suatu molekul. Diantaranya yakni nukleotida uridin difosfat (UDP) yang bertugas sebagai pembawa residu gula untuk sintesis polisakarida. Misalnya glukosa uridin difosfat adalah donor residu glukosa untuk pembentukan glikogen. Contoh pembawa bahan lainnya ialah kolin sitidin difosfat, yaitu senyawa donor kolin untuk biosintesis fosfogliserida yang mengandung kolin. Nukleotida trifosfat juga berfungsi sebagai pembawa unit mononukleotida untuk biosintesis DNA dan RNA. Selama proses ini, nukleotida trifosfat kehilangan gugus fosfat terminal sehingga terbentuk residu nukleotida pembentuk asam nukleat.
Beberapa mononukleotida memegang peranan penting dalam proses metabolism dan kadang-kadang mempunyai basa yang bukan basa asam nukleat. Diantara mononukleotida itu ialah nikotinamida mononukleotida, flavin mononukleotida dan koenzim A. semuanya mempunyai ikatan β-N-glikosil pada posisi 1-D-ribosa. Nikotamida mononukleotida merupakan senyawa asal dari nikotamida adenine dinukleotida (NAD). Flavin mononukleotida (FMN) merupakan ester asam 5-fosfat riboflavin. Riboflavin dikenal sebagai vitamin B2 yang dibutuhkan oleh manusia. FMN mengandung gula alcohol beratom 5, yakni D-ribotol, termasuk koenzim oksidasi-reduksi yang berperan sangat penting dalam proses respirasi sel. Dalam proses ini  cincin isoalaksazim mengalami oksidasi-reduksi yang bolak balik. FMN juga merupakan senyawa asal untuk sintesis flavin adenine dinukleotida (FAD) yaitu koenzim oksidasi-reduksi lainnya yang sangat penting. Dalam hal ini ada hubungan antara komponen asam nukleat dengan protein yang disintesis menghasilkan beberapa asam amino dengan adanya proses tersebut akan terbentuk ptotein persis seperti yang dikehendaki, hal ini tidak terlepas dari informasi genetik yang diteruskan berasal dari DNA, diprogram melalui RNA dengan proses yang terlibat yaitu replikasi DNA, transkripsi penyalinan informasi dan translasi pembuatan asam amino.
Bagaimana mekanisme yang dapat menghubungkan semua komponen diatas sehingga proses penyerapan nutrisi dalam tubuh dapat terjadi. Pada asam nukleat yang terletak didalam inti sel mensintesis protein-protein yang berbeda sesuai dengan kode basa genetik pada DNA, menghasilkan berbagai macam asam amino yang digunakan dalam berbagai proses yang terjadi pada tubuh manusia. Berbagai komponen kimiawi yang telah dijelaskan memiliki fungsi dalam berbagai mekanisme tubuh dalam hal ini seperti respirasi, pencernaan dan reproduksi.  Pada system respirasi misalnya pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida yang terjadi di dalam paru-paru, ini tak lepas dari peran eritrosit yaitu sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dan karbondondioksida. Kemudian pada system pencernaan banyak enzim yang membantu didalamnya sehingga proses penyerapan makanan berjalan dengan baik dan pada system reproduksi yaitu penurunan sifat akibat bertemunya dua sel telur dan sel sperma membentuk induvidu baru. Karena adanya komponen kimiawilah yang membantu setiap proses dalam tubuh sehingga penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh sebagai energy dalam melakukan setiap aktivitasnya.















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Manusia memiliki beberapa komponen kimiawi dalam tubuhnya yang sangat berfungsi penting dalam setiap reaksi kimia. Hal ini sangat dibutuhkan tubuh untuk memenuhi semua system yang terjadi pada tubuhnya untuk hal itu perlu asupan makanan dari luar untuk memenuhi komponen-komponen tersebut. Selain itu tubuh membentuk sendiri komponen-komponen kimianya sehingga tubuh tidak hanya menerima komponen-komponen tersebut dari asupan maknan tetapi juga dapat membentuknya. Adapun komponen-komponen kimia tersebut yaitu : karbohidrat, protein dan asam amino, enzim serta asam nukleat.

B.     SARAN
Dalam hasil pengumpulan data terhadap materi komponen kimiawi dalam tubuh manusia serta penyerpan nutrisi. Sehingga perlunya dijaga asupan makanan untuk memenuhi komponen-komponen kimiawi dalam sel tubuh manusia untuk penyerapan nutrisi tubuh.








DAFTAR PUSTAKA 
Bintang, Prof.Dr.drh Maria, M.S. Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta: Erlangga
Girindra, Aisjah. 1990. BIOKIMIA I. Jakarta: Pragmedia.
Hart, Harold dkk. 2003. KIMIA ORGANIK. Jakarta: Erlangga
Mont gomery, Rex Ph.,D.,D.Sc dkk. 1993. BIOKIMIA: suatu pendekatan berorientasi-kasus. Yokyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sasika Novel, Sinta S.Si. 2010. RANGKUMAN BIOLOGI SMA. Jakarta: Gagas Media
Staley, Dennis. 1992. Penuntun belajar untuk PENGANTAR KIMIA ORGANIK DAN HAYATI. Bandung: ITB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penelitian Mengenai Osmoisis Pada Kentang